Dewan Keamanan PBB Perpanjang sanksi terhadap Imarah Islam Afghanistan (Taliban)

Duniaekspress.com. (17/12/2019). – New York – Dewan Keamanan (DK) PBB dengan suara bulat menyetujui rancangan resolusi untuk memperpanjang sanksi terhadap Imarah Islam Afghanistan (Taliban) dalam sidang Senin (16/12/2019). Lembaga itu juga sepakat menambah tugas tim pemantau mengawasi pelaksanaannya, selama satu tahun.

Perpanjangan itu dibuat di bawah Bab 7 Piagam PBB, yang berarti bahwa kekuatan dapat digunakan untuk mengimplementasikannya.

Sanksi itu termasuk pembekuan aset, larangan perjalanan dan embargo senjata yang dikenakan pada individu, kelompok, lembaga dan entitas yang terkait dengan Taliban. Hal itu seperti didefinisikan oleh Komite Sanksi yang dibentuk oleh Resolusi No. 1988 tahun 2011.

Resolusi yang diajukan oleh Amerika Serikat tersebut memungkinkan Dukungan Analitik dan Tim Pemantau Sanksi untuk melanjutkan misinya selama 12 bulan, dimulai dengan tanggal berakhirnya mandat saat ini yang jatuh pada bulan ini.

Anggota Dewan Keamanan sepakat dalam resolusi mereka No. 2501 untuk meninjau langkah-langkah yang terkandung dalam resolusi tersebut dan mempertimbangkan untuk mengubahnya jika diperlukan, untuk mendukung perdamaian dan stabilitas di Afghanistan.

Jumat lalu, Washington mengumumkan penangguhan putaran perundingan damai dengan Taliban, yang telah dimulai di ibukota Qatar, Doha.

Keputusan AS datang sebagai tanggapan atas serangan Taliban pada Rabu lalu ke pangkalan udara AS di Afghanistan, Bagram. Serangan diluncurkan di saat perundingan berlangsung.

Setelah pemungutan suara tentang rancangan resolusi, anggota Dewan mengadakan sesi terbuka untuk membahas laporan triwulanan Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, tentang perkembangan di Afghanistan.

Dalam laporannya, Guterres menegaskan kembali bahwa “semua pihak dalam konflik harus menghormati kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional, hukum hak asasi manusia internasional, dan mengambil tindakan segera untuk mencegah korban sipil.” (RR).

Sumber : Anadolu Agency

 

Baca juga, TALIBAN BANTAH KLAIM AS ATAS KEMATIAN PETINGGI AL-QAIDAH