DUNIAEKSPRESS.COM (18/12/2019)- Setidaknya 22 warga sipil, termasuk beberapa anak-anak tewas di Suriah barat laut ketika pasukan Rusia dan rezim Bashar al-Assad melancarkan serangkaian serangan udara di Provinsi Idlib.

Pertahanan Sipil Suriah, juga dikenal sebagai White Helmets, mengatakan serangan pada hari Selasa (17/12) menargetkan beberapa kota dan desa di distrik Maaret al-Numaan, provinsi Idlib, yang menyebabkan warga sipil melarikan diri secara massal ke kamp-kamp pengungsi di dekat Turki. berbatasan.

Ahmed Sheikho, juru bicara Pertahanan Sipil, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa sembilan orang tewas di kota Tal Mannis, enam orang tewas di Bidama dan lima orang lainnya tewas di Maasaran. Satu orang terbunuh di al-Kanayes, sementara satu orang lainnya terbunuh di Maar Shamshah.

“Di antara mereka yang kehilangan nyawa di Bidama adalah istri relawan White Helmets dan tiga anak,” tambah Sheikho.

“Sebuah pasar di kota pedesaan Maasaran juga dibom,” terang Sheikho.

Lebih lanjut Sheiko mengatakan bahwa puluhan orang terluka di seluruh wilayah dalam serangan itu dan bahwa operasi penyelamatan sedang berlangsung pada Selasa malam.

Baca Juga:

TENTARA ISRAEL TEMBAK DAN TANGKAP WARGA PALESTINA

SEORANG BOCAH TEWAS DIHANTAM BOM BAREL DI IDLIB

Video yang diposting di media sosial dan dikonfirmasi oleh warga menunjukkan kru darurat menarik mayat hangus di sepanjang jalan-jalan Maasaran yang penuh puing ketika ambulan tiba.

Pemboman dimulai sekitar pukul 07:00 waktu setempat, Abbadeh Zakrah, seorang sukarelawan Helm Putih yang berbasis di distrik Maaret al-Numaan, mengatakan kepada Al Jazeera.

“Suara bom barel tidak berhenti sepanjang hari,” katanya. “Pengeboman menargetkan warga sipil yang melarikan diri dari kota dan desa di dekat jalan raya utama.

“Ini adalah perkemahan pemboman yang ganas dan sistematis untuk memaksa orang keluar dari wilayah utara,” kata Zakrah.