Pengadilan Internasional menyatakan Israel telah melakukan kejahatan perang di Palestina

Duniaekspress.com. (22/12/2019). – Ankara – Ketua jaksa penuntut Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) menyatakan telah memiliki dasar hukum yang masuk akal untuk menyelidiki dugaan kejahatan perang di wilayah Palestina yang diduduki oleh Israel.

“Saya puas bahwa ada dasar yang masuk akal untuk melanjutkan penyelidikan atas situasi di Palestina,” kata Fatou Bensouda, dalam sebuah pernyataan, pada Jumat.

“Singkatnya, saya puas bahwa terjadi kejahatan perang, telah atau sedang dilakukan di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, dan Jalur Gaza,” tambahnya, tanpa menyebut nama Israel.

Pengadilan Kriminal Internasional pada 16 Januari 2015 memulai pemeriksaan pendahuluan atas dugaan kejahatan perang yang dilakukan oleh Israel di Palestina.

“Secara khusus, saya telah meminta konfirmasi bahwa wilayah di mana pengadilan dapat menjalankan yurisdiksinya, dan yang dapat saya selidiki, terdiri dari Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, dan Gaza,” katanya.

Palestina telah lama berupaya untuk mendirikan bangsanya sendiri di Tepi Barat, Yerusalem Timur, dan Jalur Gaza – wilayah yang direbut oleh Israel dalam perang 1967 – sebagai cara untuk mengakhiri ketegangan selama beberapa dekade.

Solusi dua negara telah lama mendapat dukungan internasional secara luas, termasuk dari AS, hingga Presiden Donald Trump berkuasa pada tahun 2017 dan membuat serangkaian perubahan kebijakan pro-Israel.

Upaya Jaksa ICC ini mendapat reaksi keras dari Menteri luar negeri AS mike Pompeo. (RR)

Sumber : AA

Baca juga, ISRAEL TAGKAP 374 WARGA PALESTINA SELAMA BULAN NOVEMBER