DUNIAEKSPRESS.COM (28/12/2019)- Sejumlah pengunjukrasa Palestina terluka pada hari Jumat (27/12) kemarin, oleh peluru dan bom Israel selama protes Great March of Return di dekat perbatasan Gaza.

Palestinian Information Center mengabarkan bahwa puluhan warga Palestina mengalami sesak nafas akibat gas air mata yang ditembakkan oleh pasukan pendudukan Israel di berbagai wilayah di sepanjang perbatasan antara Jalur Gaza dan wilayah yang diduduki sejak tahun 1948.

Para pengunjuk rasa lainnya menderita cedera peluru baja berlapis karet, termasuk anak-anak, mereka menambahkan.

Baca Juga:

Ratusan warga Palestina berbaris pada hari Jumat ke-86 Maret Great Return of Return di sepanjang perbatasan timur Gaza untuk memperingati peringatan serangan Israel 2008-2009 di Jalur Gaza.

Komite Nasional Tinggi dari Great March of Return mengumumkan bahwa protes perbatasan tidak akan lagi diadakan setiap minggu mulai 30 Maret 2020. Sebaliknya, demonstrasi akan diselenggarakan setiap bulan.

“Bahwa protes diperkirakan akan dilanjutkan pada tiap bulan dan akan dimulai pada April, sebagai ganti berlangsung mingguan seperti sebelumnya,” kata Komite dalam siaran persnya seperti yang dikutip Memo, Jumat (27/12/2019).

“Keputusan itu dibuat setelah putaran dialog dan debat yang telah berlangsung selama beberapa minggu,” tambah komisi itu dalam sebuah pernyataan.

Demonstrasi Great March of Return dimulai di sepanjang pagar antara Jalur Gaza dan Israel untuk menentang pendudukan Israel dengan menyerukan hak warga Palestina untuk kembali ke rumah-rumah di mana mereka dipaksa keluar untuk memberi jalan bagi terciptanya negara Israel.