Pemerintah Pertimbangkan rencana pergantian libur hari raya idul fitri 1441 H menjadi di akhir tahun

Duniaekspress.com. (03/04/2020).– Jakarta – Pemerintah masih melakukan perhitungan terhadap rencana penggantian libur pada Hari Raya Idul Fitri 1441 H pada Mei mendatang.

Untuk mengantisipasi adanya arus mudik lebaran, Menteri Koordinator Kemaritiman Luhur Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah mempertimbangkan untuk mengganti hari libur tersebut pada akhir tahun.

“Sedang dihitung sedang dirumuskan,” kata Luhut pada Kamis.

Meski tidak melarang masyarakat untuk mudik, pemerintah kata Luhut bekerja sama dengan tokoh masyarakat untuk mengimbau agar tidak ada yang pulang ke kampung halaman pada masa pandemi Covid-19.

Pemerintah nantinya akan menerapkan protokol kesehatan pada angkutan umum jika masyarakat tetap melakukan mudik.

“Satu bus yang berpenumpang 40 mungkin hanya tinggal 20 sehingga tentu harganya bisa melonjak,” jelas dia.

Opsi adanya penerapan karantina terhadap masyarakat yang mudik juga kata dia akan diambil oleh pemerintah.

“Dia harus masuk karantina 14 hari di tempat mudiknya,” jelas dia.

Luhut menambahkan pemerintah tidak melakukan penutupan akses untuk mudik atau lockdown karena tidak ingin memberikan dampak buruk terhadap masyarakat miskin.

Di China saja kata dia, lockdown atau karantina hanya dilakukan di Provinsi Hubei.

“Pertimbangan kita supaya ekonomi tidak mati sama sekali dan ini kami lihat telah kita hitung semua dari banyak pilihan yang mungkin kita tidak cocok, kalau lockdown, di India, di Malaysia, di China kan Provinsi Hubei saja lockdown,” pungkas dia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mewacanakan untuk mengganti hari libur nasional Idul Fitri di hari lain menyusul terjadinya pandemi Covid-19.

Dalam rapat terbatas bersama menterinya, Jokowi – sapaan akrab Joko Widodo — mengatakan penggantian atau pergeseran hari libur itu merupakan salah satu skenario pemerintah untuk mengantisipasi arus mudik nanti. (RR).

 

Baca juga, KABAR BAIK ! PRESIDEN UMUMKAN, AVIGAN DAN CHLOROQUINE SEBAGAI OBAT UNTUK CORONA