Sekjen PBB mengungkapkan Pandemi Covid-19 menjadi krisis Global terburuk sejak perang dunia II berakhir

Duniaekspress.com. (02/04/2020). – New York – Sekertaris jendral ( sekjen ) Perserikatan Bangsa-Bangsa /PBB, Antonio Guterres, Selasa (01/04/2020) mengungkapkan bahwa pandemi Covid-19 menjadi krisis global terburuk sejak akhir Perang Dunia Kedua, 75 tahun yang lalu. Ia mengkhawairkan dampak wabah ini memicu konflik dan perang di dunia.

Dalam sebuah wawancara dengan sejumlah media, Guterres mengatakan bahwa virus Corona baru yang muncul di China pada akhir tahun lalu dan kini menjadi pandemi adalah krisis global terburuk sejak didirikannya PBB pada tahun 1945.

Alasannya, jelas Guterres, pandemi ini menyatukan dua elemen: yang pertama adalah penyakit yang menimbulkan ancaman bagi semua orang di dunia, dan yang kedua adalah dampak ekonomi yang akan mengarah pada resesi, yang mungkin belum pernah kita lihat sebelumnya.

“Kombinasi dua elemen ini dan risiko gangguan yang mendalam, meningkatnya kekerasan dan meningkatnya konflik adalah hal-hal yang membuat kami percaya bahwa ini memang krisis paling sulit yang kita hadapi setelah Perang Dunia Kedua,” tambahnya.

Sekjen menekankan bahwa krisis ini membutuhkan solidaritas semua umat manusia dan mengesampingkan perbedaan. “Kita membutuhkan respons yang lebih kuat dan lebih efektif yang hanya dapat dicapai jika kita semua berdiri bersama, lupakan permainan politik dan kesadaran kita bahwa seluruh umat manusia dipertaruhkan,” katanya.

Bagi Guterres, komunitas internasional masih jauh dari mencapai solidaritas yang diperlukan karena semua tindakan yang telah diambil hingga saat ini untuk menangani epidemi telah diambil oleh negara-negara maju untuk melindungi warga negara dan ekonomi mereka.

Kami, lanjutnya, jauh dari memiliki paket global untuk membantu negara-negara berkembang memberantas penyakit ini. Di saat yang sama harus mereka harus bisa bangkit setelah wabah ini. Wabah ini akan menyebabkan orang-orang kehilangan pekerjaan dan kemiskinan global.

“Kami perlahan-lahan bergerak ke arah yang benar, tetapi kami perlu mempercepat dan kami harus melakukan lebih banyak jika kami ingin mengalahkan virus dan jika kami ingin mendukung orang yang membutuhkan,” tambahnya.

Sekretaris Jenderal menekankan bahwa dunia saat ini dibutuhkan alat keuangan inovatif yang memungkinkan negara-negara berkembang untuk merespons krisis ini. (RR)

Sumber : Reuters

 

Baca juga, RATUSAN PRAJURIT AS TERINFEKSI VIRUS COVID-19 DI KAPAL INDUK THEODORE ROOSEVELT