Taliban tarik delegasi perdamaian, tangguhkan negoisasi tentang pertukaran tawanan

Duniaekspress.com. (09/04/2020). – Kabul – Juru bicara Taliban mengumumkan bahwa gerakannya menarik tim negosiatornya dari Kabul. Pengumuman ini dikeluarkan beberapa jam setelah gerakan tersebut menangguhkan pembicaraan tentang pertukaran tahanan dengan pemerintah Afghanistan.

“Penundaan yang disengaja dalam pembebasan tahanan kami merupakan pelanggaran perjanjian perdamaian, jadi kami akan menarik tim teknis kami dari Kabul,” kata Suhail Shaheen, juru bicara kantor politik Taliban di Qatar, di Twitter seperti dilansir Reuters pada Selaa (07/03/2020).

Taliban pada Selasa pagi menangguhkan negoisasi dengan pemerintah Kabul mengenai pertukaran tahanan. Negosiasi itu diungkapkan “pembicaraan tidak berguna” oleh gerakan tersebut, menyusul sikap Kabul yang tidak mematuhi kesepakatan sebelumnya.

Keputusan Taliban menandai kemunduran terbaru terhadap upaya Washington untuk mengakhiri perang terpanjang AS dan menghentikan konflik puluhan tahun di Afghanistan. Upaya Amerika juga terhalang oleh kekerasan dan perseteruan politik untuk menduduki kursi kekuasaan.

Perjanjian yang ditandatangani oleh Amerika Serikat dan Taliban pada Februari lalu menyimpulkan pasukan internasional pimpinan AS akan mundur secara bertahap dengan imbalan jaminan keamanan dari Taliban. Ini merupakan peluang terbaik untuk mengakhiri intervensi militer AS berusia 18 tahun di Afghanistan.

Tetapi perdamaian tergantung pada pembicaraan antara pemerintah Afghanistan yang didukung AS dan Taliban. Pertukaran tahanan bertujuan untuk membangun kepercayaan di kedua belah pihak dalam mendukung pembicaraan ini.

Seorang juru bicara pemerintah mengatakan akan terus maju dengan rencana pembebasan tahanan.

“Kami meminta Taliban untuk tidak menyabotase operasi dengan membuat alasan sekarang,” kata Javed Faisal, juru bicara Dewan Keamanan Nasional di Kabul.

Penangguhan Taliban atas pembicaraan itu dapat menyebabkan eskalasi kekerasan yang pada gilirannya dapat mengancam rencana penarikan pasukan Amerika, target utama bagi Presiden AS Donald Trump.

Tiga anggota tim Taliban tiba di Kabul bulan lalu untuk memulai proses pertukaran tahanan. Belum jelas apakah anggota delegasi tersebut datang dari Qatar atau dari bagian Afghanistan.

Pekan lalu, para pejabat Afghanistan mengatakan mereka akan membebaskan 100 tahanan Taliban yang berusia 50 tahun dan dalam kondisi sakit.

Sebagai imbalannya, gerakan itu diharapkan akan membebaskan 20 pasukan keamanan Afghanistan. Pada akhirnya, tujuannya adalah agar kedua belah pihak membebaskan 6000 tahanan yang mereka miliki. (RR)

Sumber : Reuters

 

Baca juga, PERTUKARAN TAWANAN ANTARA PEMERINTAH BONEKA KABUL DENGAN MUJAHIDIN TALIBAN