DUNIAEKSPRESS.COM (14/7/2020)- Pemerintah Saudi melalui Kementerian Urusan Agama mengeluarkan surat edaran yang berisikan tetang aturan sholat Idul Adha agar hanya dilakukan di masjid dan tidak ditempat terbuka sehubungan dengan pandemi virus coronavirus COVID-19.

Menteri Kerajaan Urusan Islam, hari Senin (13/7) mengarahkan cabang-cabang kementerian di semua wilayah Kerajaan untuk menyetujui diadakannya shalat Idul Fitri hanya di masjid-masjid besar dan normal yang telah disetujui untuk menjadi tuan rumah jamaah.

Kementerian Urusan Islam telah mengintensifkan upayanya dalam beberapa minggu terakhir melalui saluran yang berbeda untuk meningkatkan kesadaran mengikuti langkah-langkah kesehatan dan protokol mengingat keadaan sekitar pandemi coronavirus.

Baca Juga:

REFORMASI SUDAN, SYARIAT ISLAM DIPRETELI

PULUHAN WARGA AMERIKA DAN HAMBURG PROTES ANEKSASI ISRAEL

Shalat Idul Fitri sebelumnya pada bulan Mei dilakukan di rumah ketika masjid dan tempat ibadah di Arab Saudi ditutup karena coronavirus. Arab Saudi membuka kembali masjid pada 31 Mei karena pembatasan perlahan-lahan dicabut di seluruh Kerajaan.

Keputusan untuk membuka kembali masjid datang sebagai bagian dari rencana bertahap Kerajaan untuk meredakan pembatasan coronavirus dan akhirnya kembali ke kondisi “normal”.

Sejak 31 Mei, 90.000 masjid telah didesinfeksi dan dipersiapkan untuk menyambut kembali jamaah Muslim.

Liburan Idul Adha diperkirakan akan dimulai pada hari Jumat, 31 Juli, seorang anggota Uni Arab untuk Ilmu Astronomi dan Antariksa mengumumkan awal bulan lalu.