Kami berlepas diri di hadapan Allah atas perbuatan dan tindakan jama’ah Al-Baghdady (ISIS)

Duniaekspress.com. (14/07/2020). – Syaikh Dr. Hani As-Siba’i dan Dr. Thariq Abdul Halim mengeluarkan pernyataan yang di dalamnya berisi ; “Kami umumkan disini, bahwa kami berlepas diri di hadapan Allah atas perbuatan dan tindakan jama’ah ini, yang menamai dirinya Ad-daulah Islamiyah fi al—‘Iraq wa As-Syam (ISIS), beserta para pemimpinnya selama mereka belum bertaubat. Kami peringatan kepada para pemuda, dari kalangan Mujahidin dan lainnya dari pemikiran dan manhaj mereka. Mereka tidak dikenal melainkan oleh orang-orang yang mengetahui pemikiran jama’ah yang telah menyimpang seperti khawarij dan qaramithah beserta tindakan yang mereka pernah lakukan.

Kami menduga bahwa, mereka telah menjadi pembenar hadist Abu Sa’id Al-Khudri r.a dari Rasulillah shallallahu’alaihi wassalam, ‘Sholat kalian tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan sholat mereka, dan begitu juga puasa kalian jika dibandingkan dengan puasa mereka, serta amalan kalian dibandingkan dengan amalan mereka. Mereka membaca Al-Qur’an namun tidak sampai tenggorokan mereka. Lepas dari agama, sebagaimana anak panah melesat dari busurnya’. Sebagaimana yang disebut dalam shahih Al-Bukhari.

Wahai para Mujahidin ummat ini dan para pemudanya, siapa saja yang mengetahui aqidah tauhid yang murni, serta belum keluar dari aqidah yang murni menuju ke dalam demokrasi, revolusi syirik atau perwalian yang membuat kafir, hati-hatilah jangan sampai berbuat Ghuluw! Hati-hatilah dengan mereka karena mereka adalah pelanggar janji dan pengkhianat, membunuh orang Islam dan membiarkan penyembah berhala. Jangan terpedaya dengan kefasyihan mereka dalam berkata-kata ;

Dan jika mereka berkata kamu mendengarkan perkataan mereka”. (Q.S. Al-Muanfiqun : 4).

Demi Allah, jika kalian mendengar khotib orang-orang khawarij yang bernama Qothari bi Al-Fuja’ah, seberapa fasih Al-Adnany (Jubir ISIS) kalian jika dibandingkan kefasihan Qothari dan kepiawaiannya dalam menunggang kuda? Jika dikabarkan kepada kalian perjalanan hidup pembesar dan pemimpin mereka seperti Najdah bin Amir atau Nafi’ bin Al-Azraq, atau Syaudzab al-Khariji dan yang lainnya, kalian akan menyadari, bahwa kalian berada di jalan bid’ah, dan menjauh dari jalan Sunnah.”

(Bayanu bara’atin wa mufashalatin…iyahlika man halaka ‘an bayyinatin wa yahya man hayya’an bayyinatin)

 

Baca juga, PERBEDAAN KITA DENGAN KHILAFAH ABU BAKAR AL-BAGHADADI DALAM PERMASALAHAN AQIDAH PADA LEVEL PERTAMA