DUNIAEKSPRESS.COM (15/7/2020)- Untuk hari ketiga berturut-turut, rabi Yahudi ekstremis Yehuda Glick adalah di antara puluhan pemukim ilegal Yahudi yang menodai Masjid Aqsha di bawah penjagaan ketat polisi, pada hari Selasa (14/7).

Menurut sumber-sumber yang di himpun The Palestinian Information Center, sekitar 54 oarng Yahudi  memasuki Masjid melalui Gerbang al-Maghariba dan berkeliling ke halaman dalam kelompok.

Beberapa pemukim juga terlihat melakukan ibadah Yahudi di wilayah timur Masjid setelah petugas polisi dengan paksa mengusir jamaah Muslim untuk meninggalkannya.

Baca Juga:

ANAK-ANAK DAN WANITA KEMBALI MENJADI KORBAN PERANG DI YAMAN

KELOMPOK PRO YAHUDI SERANG AKTIVIS PRO-PALESTINA DI KANADA

Sekelompok pemukim, termasuk Glick, beberapa perwira dan satu pejabat dari otoritas kuno Israel, juga menodai bangunan shalat Masjid Aqsha, menurut saksi mata.

Masjid Aqsha terkena penodaan oleh para pemukim ilegal Yahudi dan polisi setiap hari di pagi dan sore hari kecuali pada hari Jumat dan Sabtu.

Polisi Israel menutup Gerbang al-Maghariba, yang digunakan oleh orang Yahudi untuk memasuki Masjid, pada pukul 10:30 pagi setelah para pemukim menyelesaikan tur pagi mereka di situs suci. Kemudian di sore hari, gerbang yang sama dibuka kembali untuk wisata malam oleh pemukim.

Selama kehadiran pemukim di dalam kompleks Masjid, pembatasan masuk diberlakukan pada jamaah Muslim di pintu masuk menuju Masjid dan ID mereka disita sampai mereka meninggalkan tempat suci.

Polisi Israel berusaha melanjutkan pengekangan terhadap jamaah umat Islam saat masuk ke masjid Al-Aqsha. Identitas mereka diperiksa.

Hamas di Tepi Barat menyebutkan dalam pantauannya bahwa selama bulan lalu terjadi penggerebekan 1801 warga Yahudi. Bulan lalu hanya 75 orang yahudi saja. Sementara warga yang dideportasi dari Al-Quds sebanyak 48 orang, terutama Syekh Ikriman Shabri.