DUNIAEKSPRESS.COM (16/7/2020)- Gerakan perlawanan Islam Palestina, Hamas peringatkan bahwa setiap langkah Israel terhadap Masjid Al-Aqsha akan memicu perang dan bersumpah untuk membuat penjajah Israel membayar mahal atas pelanggarannya di Masjid yang menjadi kiblat pertama kaum muslimin.

Ancaman ini muncul dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Gerakan Hamas pada ulang tahun ketiga pemberontakan Bab al-Asbat 2017 dan sebagai tanggapan atas keputusan Israel untuk menutup wilayah Bab al-Rahma Masjid Aqsha.

“Peringatan ini telah sampai ketika penjajah mengambil keputusan bodoh lain untuk menutup Bab al-Rahma, mengambilnya, mensucikannya dan mengubahnya menjadi sebuah sinagog,” kata Hamas.

“Terlepas dari keganasan mesin penindas Zionis, itu tidak akan berdiri di hadapan tegak dihadapan aksi perlawanan besar-besaran warga Jerusalem di tanah mereka, yang mampu menghentika rencana penjajah melawan Yerusalem dan rakyatnya. Massa mampu melakukan hal-hal yang mustahil, ”tambah Hamas.

Baca Juga:

Hagia Sophia: Para pemimpin agama dan politik kehilangan kesempatan mereka sendiri untuk memperbaiki kesalahan sejarah

ANAK ISIS MENGGUGAT PEMERINTAH KANADA

Beberapa hari lalu, pengadilan Israel menerbitkan keputusan menutup mushola Babur Rahmah, yang kemudian mendapat penolakan dari para tokoh agama di Al-Quds.

Para tokoh agama diwakili oleh lembaga tinggi Islam, dewan wakaf dan urusan Islam, dewan fatwa dan dewan kehakiman di Al-Quds.

Pada Februari 2010, departemen wakaf Islam di Al-Quds, membuka secara resmi mushola Babur Rahmah, setelah ditutup penjajah Israel secara paksa selama 10 tahun.

Sejak mushola Babur Rahmah dibuka, pihak kepolisian memburu kaum muslimin dan para petugas keamanan Masjidil Aqsha, puluhan warga dideportasi dari Masjidil Aqsha.

Sumber: The Palestinian Information Center