DUNIAEKSPRESS.COM (15/7/2020)- Setidaknya tiga tentara Rusia dan beberapa tentara Turki terluka di provinsi Idlib Suriah ketika patroli gabungan dihantam ledakan bom rakitan yang tertanam, menurut kementerian pertahanan Rusia.

“Perangkat meledak pada pukul 8:50 pagi waktu setempat ketika konvoi tentara berpatroli di jalan raya M4 di bagian selatan zona de-eskalasi,” kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa.

“Sebuah kendaraan lapis baja Rusia dan Turki rusak, dengan tiga orang Rusia terluka ringan,” tambahnya.

“Beberapa tentara Turki juga terluka,” lanjutnya.

Baca Juga:

IRAN EKSEKUSI WARGANYA TERKAIT CIA

RABI YAHUDI GLICK PIMPIN AKSI PELECEHAN AL-AQSHA

Rusia dan Turki meluncurkan patroli gabungan di sepanjang jalan raya strategis pada bulan Maret setelah perjanjian gencatan senjata yang bertujuan menghentikan pertempuran besar di dan sekitar Idlib, benteng besar terakhir pasukan anti-pemerintah dalam perang Suriah.

Rami Abdel Rahman, direktur Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) yang berbasis di Inggris, melaporkan bahwa “banyak ledakan terdengar ketika patroli lewat di sebuah desa di timur laut kota Ariha”.

“Ledakan itu terjadi kendati pasukan Turki telah menyisir daerah itu 24 jam sebelum patroli gabungan berangkat di jalan yang memisahkan daerah-daerah yang dikuasai oposisi dari yang dipegang oleh pasukan pemerintah, menurut gencatan senjata”, katanya.

Rusia dan Turki telah lama mendukung pihak-pihak yang bertikai dalam perang Suriah – Moskow adalah pendukung utama Presiden Suriah Bashar al-Assad sementara Turki mendukung kelompok-kelompok pemberontak tertentu – tetapi kedua negara telah berkoordinasi erat di masa lalu dan menyepakati beberapa kesepakatan untuk mengurangi permusuhan.

Rumah bagi sekitar tiga juta orang, wilayah Idlib di Suriah barat laut didominasi oleh kelompok Hay’et Tahrir al-Sham, sebuah kelompok bersenjata yang sebagian besar terdiri dari anggota bekas afiliasi Al-Qaeda Suriah, dan sekutu pemberontaknya.

Serangan pemerintah yang didukung Rusia di Suriah barat laut menggusur hampir satu juta orang antara Desember dan Maret, tetapi ribuan orang telah kembali sejak gencatan senjata mulai berlaku.

Setelah serangan hari Selasa, jet-jet tempur Rusia melancarkan beberapa serangan udara terhadap posisi-posisi tempur di pedesaan provinsi Latakia, menurut SOHR.