DUNIAEKSPRESS.COM (16/7/20202)- Setidaknya satu orang tewas dan 11 lainnya cedera Rabu malam (15/7) dalam dua serangan udara Rusia di wilayah al-Bab di provinsi Aleppo utara, kata aktivis setempat.

Orang-orang yang terluka sebagian besar adalah anak-anak dan anggota keluarga, menurut koresponden Zaman al-Wasl.

Beberapa ambulan dikirim ke lokasi dan kelompok pertahanan sipil Helm Putih melanjutkan pekerjaan pencarian dan penyelamatan di reruntuhan bangunan yang hancur, kata Badan Anadolu.

Pemberontak Suriah yang didukung Turki pada Februari 2017 telah merebut kota Al-Bab, 25 kilometer (15 mil) selatan perbatasan Turki, dari kelompok Negara Islam setelah berminggu-minggu pertempuran sengit.

Baca Juga:

AMERIKA TUTUP 5 PANGKALAN MILITERNYA DI AGHANISTAN

HAMAS: SETIAP LANGKAH ISRAEL MELAWAN AQSAH AKAN MEMICU PERANG

Sebelumnya dikabarkan, satu orang tewas dan empat orang cedera dalam serangan rudal oleh pasukan rezim Suriah di provinsi Idlib utara, kata para aktivis kepada Zaman al-Wasl.

Serangan yang menargetkan kota Ariha juga melukai seorang wanita dan tiga anak.

Pesawat-pesawat tempur Rusia telah menghantam sejumlah desa di provinsi Idlib, sebagai pembalasan terhadap bom pinggir jalan yang mengguncang patroli militer Rusia-Turki yang menyebabkan tiga tentara Rusia terluka.

Kementerian pertahanan Rusia mengatakan patroli gabungan itu dihantam oleh alat peledak improvisasi pada pukul 8:50 pagi waktu setempat (05:50 GMT) ketika konvoi tentara berpatroli di jalan raya M4 di bagian selatan zona de-eskalasi.

Rusia dan Turki meluncurkan patroli di sepanjang jalan raya strategis pada bulan Maret setelah perjanjian gencatan senjata yang bertujuan menghentikan pertempuran besar di dan sekitar Idlib, benteng besar terakhir pasukan anti-pemerintah dalam perang Suriah.

Rami Abdel Rahman, direktur Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) yang berbasis di Inggris, melaporkan bahwa “banyak ledakan terdengar ketika patroli lewat di sebuah desa di timur laut kota Ariha”.