DUNIAEKSPRESS.COM (18/7/2020)- Ribuan massa dari kelompok Islam Sudan dan pendukung presiden terguling Omar Al-Bashir melakukan protes pada hari Jumat (17/7) di ibukota Khartoum. Mereka turun kejalan untuk melakukan penolakan terhadap serangkaian perubahan hukum yang telah membatalkan berbagai hukum Islam.

Sejumlah massa aksi anti-pemerintah bergerak dari banyak masjid setelah salat Jumat, mereka menyebut pemerintah murtad dan mendesak untuk Perdana Menteri Abdallah Hamdok segera diturunkan.

Baca Juga:

IMPERIALIS ZIONIS ISRAEL DI KUTUK MUI PUSAT ATAS KELAKUANNYA MENGANEKSASI BANGSA PALESTINA

Pemerintah Sudan pekan lalu mengesahkan sejumlah undang-undang yang mencabut berbagai pembatasan hukum Islam yang diperkenalkan saat Bashir berkuasa, termasuk pelarangan pemurtadan dan pembatasan pakaian wanita.

Undang-undang baru juga melarang mutilasi alat kelamin (khitan) perempuan dan memungkinkan konsumsi alkohol untuk non-Muslim dan tak ada larangan bagi ibu untuk bepergian dengan anak-anak mereka tanpa izin dari ayah.

Baca Juga:

REFORMASI SUDAN, SYARIAT ISLAM DIPRETELI

Ahmed Brair, 23, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa ia bergabung dengan demonstrasi untuk menghentikan apa yang ia sebut sebagai “pemerintah murtad.”

“Kami siap untuk jihad membela Islam,” kata Ahmed sambil meneriakkan “Nasur Aldin adalah musuh Allah” mengacu pada menteri kehakiman yang mempelopori undang-undang baru.

“Kami perempuan, tetapi kami tidak menyukai undang-undang baru ini yang berupaya mengubah kami menjadi komunitas barat. Kami adalah orang Sudan dan Muslim dan kami ingin tetap seperti yang kami yakini, “Asmaa Ali, pengunjuk rasa lain, mengatakan kepada Anadolu Agency.

Sudan telah diperintah oleh hukum Syariah yang diterapkan oleh rezim al-Bashir.