Keutamaan Sepuluh Hari Bulan Dzul Hijjah (bagian 1)

Oleh : Fadhilatusy Syaikh Abu ‘Abdirrahman Al Makki hafizhahullah (Ulama fi Syam)

Duniaekspress.com. (21/07/2020). Sepuluh hari dari bulan Dzul Hijjah, yaitu dari hari pertama hingga hari kesepuluhnya dari bulan Dzul Hujjah yang merupakan bulan terakhir tahun Hijriyyah.

Disebutkan dalam Ash Shahih (Al Bukhari) dan selainnya, dari Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma berkata, bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

ﻣﺎ ﻣﻦ ﺃﻳﺎﻡ ﺍﻟﻌﻤﻞ ﺍﻟﺼﺎﻟﺢ ﻓﻴﻬﺎ ﺃﺣﺐ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﻦ ﻫﺬﻩ
ﺍﻷﻳﺎﻡ – ﻳﻌﻨﻲ ﺃﻳﺎﻡ ﺍﻟﻌﺸﺮ – ﻗﺎﻟﻮﺍ : ﻳﺎ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻻ ﺍﻟﺠﻬﺎﺩ ﻓﻲ ﺳﺒﻴﻞ ﺍﻟﻠﻪ ؟ ﻗﺎﻝ ﻭﻻ ﺍﻟﺠﻬﺎﺩ ﻓﻲ ﺳﺒﻴﻞ ﺍﻟﻠﻪ ﺇﻻ ﺭﺟﻞ ﺧﺮﺝ ﺑﻨﻔﺴﻪ ﻭﻣﺎﻟﻪ ﺛﻢ ﻟﻢ ﻳﺮﺟﻊ ﻣﻦ ﺫﻟﻚ ﺑﺸﻲﺀ

“Tidak ada hari di mana amal saleh pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu sepuluh hari dari bulan Dzul Hijjah.” Mereka bertanya, “Ya Rasulullah, tidak juga jihad di di jalan Allah?” Beliau menjawab, “Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali
dengan sesuatu apapun.“

Dan dalam riwayat Ahmad,

ﻓﺄﻛﺜﺮﻭﺍ ﻓﻴﻬﻦ ﻣﻦ ﺍﻟﺘﻬﻠﻴﻞ ﻭﺍﻟﺘﻜﺒﻴﺮ ﻭﺍﻟﺘﺤﻤﻴﺪ

“Maka perbanyaklah pada saat itu tahlil, takbir, dan tahmid.”

Maka sangat penting bagi kaum mukminin untuk mengambil kesempatan ini dengan memperbanyak mendekatkan diri (kepada Allah) dan ibadah lahir dan batin yang meliputi:

1. Jihad di jalan Allah Ta‘ala,

Dalam Shahih Muslim, sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﻣﻦ ﻣﺎﺕ ﻭﻟﻢ ﻳﻐﺰ ﻭﻟﻢ ﻳﺤﺪﺙ ﻧﻔﺴﻪ ﺑﻪ؛ ﻣﺎﺕ ﻋﻠﻰ ﺷﻌﺒﺔ ﻣﻦ ﻧﻔﺎﻕ‏

“Barang siapa mati, sedang ia tidak pernah berjihad dan tidak mempunyai keinginan untuk jihad, ia mati dalam satu cabang kemunafikan.”

Dalam riwayat Muslim, bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

ﻟﻐﺪﻭﺓ ﻓﻲ ﺳﺒﻴﻞ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻭ ﺭﻭﺣﺔ ﺧﻴﺮ ﻣﻦ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﻭﻣﺎ ﻓﻴﻬﺎ

“Keluar di waktu pagi di jalan Allah atau keluar di waktu petang lebih baik dari dunia dan seisinya.”

2. Berjaga-jaga (ribath) di jalan Allah Ta‘ala, berdasarkan sabdanya shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam Shahihain,

ﺭﺑﺎﻁ ﻳﻮﻡ ﻓﻲ ﺳﺒﻴﻞ ﺍﻟﻠﻪ ﺧﻴﺮ ﻣﻦ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﻭﻣﺎ ﻋﻠﻴﻬﺎ

“Ribath (berjaga-jaga) sehari di jalan Allah lebih utama dari dunia dan seisinya.”

3. Memperbanyak salat nawafil (salat sunah), dalam Shahih Muslim, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Tsauban radhiallahu ‘anh,

ﻋﻠﻴﻚ ﺑﻜﺜﺮﺓ ﺍﻟﺴﺠﻮﺩ، ﻓﺈﻧﻚ ﻟﻦ ﺗﺴﺠﺪ ﻟﻠﻪ ﺳﺠﺪﺓ ﺇﻻ ﺭﻓﻌﻚ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻬﺎ ﺩﺭﺟﺔ، ﻭﺣﻂ ﻋﻨﻚ ﺑﻬﺎ ﺧﻄﻴﺌﺔ

“Hendaklah engkau memperbanyak sujud (perbanyak salat) kepada Allah. Karena tidaklah engkau memperbanyak sujud karena Allah melainkan Allah akan meninggikan derajatmu dan
menghapuskan dosamu.”

4. Berpuasa di sepuluh hari, yaitu dari hari pertama hingga hari kesembilan karena pada hari kesepuluh adalah Hari Raya yang haram berpuasa pada hari itu. Puasa adalah salah satu amal saleh yang dianjurkan untuk diamalkan di sepuluh hari Dzul Hijjah. Berkata An Nawawi rahimahullahu Ta‘ala bahwa berpuasa di sepuluh hari sangat dianjurkan. Khususnya pada hari ‘Arafah, telah diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahih-nya, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﺻﻴﺎﻡ ﻳﻮﻡ ﻋﺮﻓﺔ ﺇﻧﻲ ﺃﺣﺘﺴﺐ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻥ ﻳﻜﻔﺮ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﺍﻟﺘﻲ ﻗﺒﻠﻪ ﻭﺍﻟﺴﻨﺔ ﺍﻟﺘﻲ ﺑﻌﺪﻩ

“Puasa satu hari Arafah, aku berharap kepada Allah, Dia akan menghapuskan (dosa) satu tahun sebelumnya dan satu tahun setelahnya.”

5. Mengingat Allah ‘Azza wa Jalla (zikir), diriwayatkan oleh Ahmad dan selainnya, dan ini Hasan, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﻓﺄﻛﺜﺮﻭﺍ ﻓﻴﻬﻦ ﻣﻦ ﺍﻟﺘﻬﻠﻴﻞ ﻭﺍﻟﺘﻜﺒﻴﺮ ﻭﺍﻟﺘﺤﻤﻴﺪ

“Maka perbanyaklah pada saat itu tahlil, takbir, dan tahmid.”

 

InsyaaAllah bersambung

Terjemah : M. Febby Angga

 

Baca juga, KEUTAMAAN PUASA ENAM HARI DI BULAN SAWAL