HAKIKAT SIFAT KHILAFAH YANG BATIL (TANDZHIM DAULAH ISIS)

Hakikat sifat Tandzhim Daulah ISIS dan aqidahnya (bagian 3)

Baca sebelumnya, HAKIKAT SIFAT TANDZHIM DAULAH ISIS DAN AQIDAHNYA (BAGIAN 2)

Duniaekspress.com. (27/07/2020). – Kelima : Kami meyakini bahwa khilafah yang mereka deklarasikan pada bulan Ramadhan 1435 H adalah khilafah yang batil. Kami telah mengeluarkan bantahan untuk mereka melalui siaran Al-Maqrizi pada tanggal3 Ramadhan 1435 H, melalui makalah-makalah dan penjelasan dari para Masyaikh yang membantah pengakuan khilafah tersebut.
Kami tidak meyakini bahwa ia adalah khilafah rahmah (kasih sayang) dan keselamatan bagi kaum Muslimin. Bahkan kita menganggapnya khilafah yang meneror kaum Muslimin, dan menimbulkan ketakutan pada hati mereka. Siapa saja yang berbai’at kepada mereka, kemudian memisahkan diri darinya, maka baginya peluru di kepalanya. Sebagaimana yang terdapat dalam pernyataan jubir(juru bicara) mereka pada bulan Ramadhan yang lalu. Membuat tekanan dan ancaman bagi yang tidak berbai’at kepada mereka dari angota jama’ah-jama’ah dan tandzhim yang menyelisihi mereka diseluruh negeri, meskipun ia berperang melawan musuh yang menyerang rumah-rumah mereka. Sesuai manhaj khilafah al-baghdadi maka tidak ada kesempatan bagi seorang muslim kecuali harus membai’at khilafah mereka.
Keenam : Bersama dengan pernyataan ini, kami edarkan juga lampiran yang berisi tentang tindakan kriminal, yang terdokumentasikan dari tindakan tandzhim daulah ISIS dalam memerangi kaum Muslimin dan mujahidin, yang menjelaskan manhaj penyembelihan terhadap kaum Muslimin yang dilakukan oleh tandzhim daulah ISIS. Maka, hal itu membenarkan sabda Rasulallah shallallahu “aaihi wassalam, “Mereka memerangi orang Islam”, Maksudnya mereka lebih banyak membunuh orang Islam meskipun kadang-kadang mereka juga membunuh orang kafir.
Ketujuh : Politik jama’ah daulah ISIS ini mengikuti politik hururiyyah, juga mengikuti manhaj Qaramithah dan jama’ah Qal’ah Al-Maut (benteng kematian, nama lain kelompok Asasin) dengan menanamkan tim berani mati yang merupakan istilah lama untuk kelompok Asasins!
Atau istilah “Al-Inghimasiyyin” (pasukan berani mati) yang menjadi alat bagi tandzhim daulah ISIS untuk menyebarkan ketakutan dan kepanikan dihati kaum mukminin. Mereka menyusup dengan menggunakan peledak dan menyamar di barisan kaum Muslimin bertujuan untuk menargetkan pembunuhan terhadap para pemimpin jihad dan nyawa maksum yang Allah haramkan darahnya. Mereka tidak berbelas kasih pada anak-anak, perempuan dan lanjut usia saat mereka mengirim bom-bom mereka dan pasukan pembunuh rahasia mereka dengan alasan bahwa mereka shahawat telah murtad.
Kedelapan : Kami bersaksi, kesaksian yang kami akan ditanya di hadapan Allah SWT, bahwa mereka yang berafiliasi kepada tandzhim daulah ISIS ini, yang dikenal dengan daulah Islamiyah, bahwa manhaj mereka adalah manhaj khawarij, terkhusus dalam masalah takfir dan menumpahkan darah yang maksum(harus dijaga).
Kesembilan : Kami tekankan juga akan pentingnya menyifati segala sesuatu dengan sifatnya dan menamainya dengan namanya. Karena hal ini dapat memperjelas kebenaran dan meninggikannya, serta menghilangkan kebathilan dan memusnahkannya. Maka siapa saja tidak bertindak seperti itu, ia telah membalikan fakta dan memalsukannya di hadapan manusia.
Kesepuluh : Kami peringatkan juga kepada ummat, terkhusus ulama dan para da’i, tentang menyebarnya pemikiran yang menyimpang ini. Bukan hanya dikalangan para pendukung tandzhim daulah ISIS, tapi juga pada faksi-faksi yang lainnya, yang mengancam akidah ahli sunnah wal’jama’ah yang murni, dan melemahkan pergerakan jihad yang lurus serta membelokkan jalannya. Oleh karenanya, wajib mengkounter tandzhim ini disetiap mimbar dakwah dan media sebisa mungkin.
Kesebelas : Kami menyeru pimpinan tandzhim daulah ISIS untuk bertaubat dari pemikiran ghuluw (berlebih-lebihan) dan manhaj khawarij yang mereka telah tempuh. Tidak berguna klaim mereka dengan mengatakan bahwa mereka bukan khawarij. Karena kelompok ibadhiyyah dan sebagian khawarij yang lain juga mengingkari kalo mereka adalah khawarij. Maka, kami menyeru mereka untuk bertaubat dan menjaga darah kaum muslimin, mengembalikan hak-hak orang yang terdzalimi, patuh dan tunduk kepada hukum syari’at dalam masalah darah yang telah mereka tumpahkan tanpa haq (alasan yang benar), yang mereka lakukan maupun pengikut mereka lakukan. Dan Allah Subhana wata’ala sebagai saksi atas apa yang kami sampaikan.” (AB).

 

Baca juga, KRITIK TERHADAP MEDIA JIHAD bagian 1