DUNIAEKSPRESS.COM (27/7/2020)- Kelompok ekstrimis Yunani membakar bendera Turki di kota Thessaloniki. Pembakaran bendera itu untuk memprotes diubahnya kembali Hagia Sophia menjadi masjid.

Sabtu (25/7) kantor berita Turki, Anadolu Agency melaporkan, kelompok pembakar bendera itu berkumpul di depan Gereja Agia Sofia. Lalu menggelar pawai ke arah kantor konsulat Turki sambil memegang spanduk bertuliskan ‘Untuk Tanah Air, Bangsa dan Ortodoksi’.

Pengunjuk rasa itu dihentikan pasukan keamanan di depan kantor konsulat. Tapi, mereka membakar bendera Turki, menyanyikan lagu kebangsaan Yunani, dan meneriakkan slogan-slogan.

Baca Juga:

PULUHAN PENGUNGSI ROHINGYA DIDUGA TENGGELAM DI LAUT MALAYSIA

VANDALISME SASAR MASJID DI PRANCIS

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Turki, Hami Aksoy buka suara. Mewakili pemerintahannya, ia mengecam pemerintah Yunani yang mereka anggap sengaja membiarkan pembakaran bendera.

“Kami sangat mengutuk bahwa pemerintah Yunani dan anggota parlemen memprovokasi publik melalui pernyataan bermusuhan mereka,” tegas Aksoy kepada kantor berita Anadolu, Sabtu, 25 Juli 2020.

Aksoy menyebut bahwa pemerintah Yunani telah membiarkan kelompok tersebut melakukan pembakaran bendera Turki, pada demo di luar Gereja Hagia Sophia yang berada di Thessaloniki, Yunani.

Selain berfungsi sebagai masjid, Hagia Sophia juga destinasi wisata terkenal di Turki. Pada tahun 1986 diubah menjadi museum dan dinobatkan UNESCO sebagai cagar budaya dunia.

Tempat ini menjadi gereja selama 916 tahun hingga penaklukan Istanbul dan menjadi masjid dari tahun 1453 hingga 1934 sebelum akhirnya menjadi museum selama 86 tahun.

Pada 10 Juli lalu pengadilan Turki mencabut dekrit kabinet tahun 1934 yang menjadikan Hagia Sophia sebagai museum. Mengembalikan tempat itu sebagai masjid setelah 86 tahun.