DUNIAEKSPRESS.COM (1/8/2020)- Jubir Komando Pasukan Keamanan Haji mengatakan, pasukan keamanan di Mekah Arab Saudi telah menghentikan sedikitnya 2.050 orang dari memasuki tempat-tempat suci secara ilegal tanpa izin selama prosesi haji terbatas tahun ini karena pandemi COVID-19.

“Kami menghentikan 2.050 orang yang melanggar aturan masuk ke tempat-tempat suci dan langkah-langkah hukum akan diambil untuk melawan mereka,” kata pernyataan yang diterbitkan di Saudi Press Agency.

Denda yang dikenakan saat masuk secara ilegal ke Mekah mulai berlaku pada 19 Juli menjelang haji tahunan yang diadakan tahun ini dalam kapasitas terbatas karena pandemi coronavirus.

Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi mengonfirmasi akan mengenakan denda 10.000 riyal Saudi ($ 2.666) untuk pelanggar memasuki situs suci di Mekah tanpa izin selama musim haji mendatang.

Hanya hingga 10.000 orang yang sudah tinggal di Arab Saudi yang dapat berpartisipasi dalam ziarah haji tahun ini, dibandingkan dengan pertemuan tahun 2019 sekitar 2,5 juta dari seluruh dunia, karena pandemi virus Corona.

Baca Juga:

APAKAH MEMBERONTAK KEPADA DAULAH ISLAM DAN TIDAK MENEGAKKAN HUKUM ISLAM ADALAH CIRI KHAWARIJ?

Sebelumnya Asisten Menteri Kesehatan dan juru bicara resmi Kementerian Kesehatan Arab Saudi, Dr Muhammad Al-Abdali mengatakan, seluruh jamaah haji yang berada di Arab Saudi tidak ada yang terinfeksi virus corona baru (Covid-19). Mereka juga tidak menderita penyakit apa pun yang memengaruhi kesehatan.

Data kondisi kesehatan para jamaah haji yang dipaparkan itu merupakan data hingga Kamis malam waktu setempat ketika konferensi pers digelar dengan melibatkan juru bicaa keamanan untuk Kementerian Dalam Negeri Letnan Kolonel Talal Al-Shalhoub dan Wakil Sekretaris Kementerian Haji dan Umrah untuk Urusan Haji Dr Hussein Al-Sharif. [al arabiya]