DUNIAEKSPRESS.COM (4/8/2020)- Pemerintah Afghanistan meminta kelompok pejuang Imarah Islam Taliban untuk memperpanjang gencatan senjata yang terjadi selama tiga hari terakhir.Taliban sebelumnya mengumumkan gencatan selama tiga hari jelang perayaan Iduladha.

Taliban pada 29 Juli lalu mengumumkan gencatan senjata selama tiga hari saat perayaan Idhul Adha mulai 31 Juli hingga 2 Agustus.

Juru bicara Presiden Ashraf Ghani, Sediq Sediqqi mengatakan pihaknya berharap Taliban tidak melanjutkan kekerasan di Afghanistan dan melanjutkan gencatan senjata.

“Kami berharap Taliban tidak akan melanjutkan kekerasan. Pemerintah Afghanistan mengambil tindakan dan langkah untuk mendorong proses perdamaian, sehingga harus dibalas oleh Taliban,” ujar Sediqqi kepada AFP.

Baca Juga:

RATUSAN ANGGOTA TERORIS SPARATIS MENYERAHKAN DIRI

ISIS SERANG KOMPLEKS PENJARA DI AFGHANISTAN

Permintaan Sediq disampaikan lantaran tidak ada laporan pertempuran di sebagian besar wilayah Afgahanistan selama gencatan senjata tiga hari.

Namun ketenangan tersebut sempat terusik ketika orang-orang bersenjata menyerbu sebuah penjara di Jalalabad, Afghanistan timur pada Minggu (2/8) malam. Amaq, outlet berita kelompok ISIS mengumumkan bahwa ISIS bertanggung jawab atas serangan di penjara yang menewaskan tiga orang dan beberapa korban luka-luka.

Taliban membantah terlibat dalam serangan tersebut.

Tawaran gencatan senjata untuk kedua kalinya ini muncul setelah Presiden Ashraf Ghani mengatakan pembicaraan damai dengan Taliban bisa dimulai dalam waktu seminggu.

“Semua mujahidin diperintahkan untuk menahan diri dari melakukan operasi terhadap musuh selama tiga hari tiga malam saat Iduladha,” kata juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid dalam sebuah pernyataan seperti dilansir dari a.

Dalam sebuah pidato kenegaraan di istana presiden pada akhir Juli lalu, Ghani mendesak Taliban untuk menyetujui gencatan senjata secara permanen dan komprehensif selama proses kesepakatan damai untuk mengakhiri perang yang telah terjadi selama 19 tahun.

“Bola (kendali) kini ada di pengadilan Taliban dan komunitas internasional,” ujar Ghani.

Ghani mengatakan jika pihaknya berkomitmen sesuai rencana untuk membebaskan tahanan Taliban sesuai kesepakatan damai dengan AS yang ditandatangani pada Februari lalu.