DUNIAEKSPRESS.COM (/8/2020)- Samer Shehadeh, Direktur Jenderal Wilayah Lebanon untuk Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina, mengumumkan, seorang pengungsi Palestina dari kamp Burj Al-Barajneh tewas, dan belasan lainnya terluka terkena ledakan di Beirut, Selasa malam (4/8).

Shehadeh mengatakan, “Tubuh korban, telah dipindahkan oleh Palang Merah Lebanon, ke Rumah Sakit Pemerintah Beirut.” Quds Press melaporkan.

Menurutnya, Rumah Sakit Haifa, yang berafiliasi dengan Masyarakat Bulan Sabit Merah, menerima sekitar 44 korban cedera, dari kebangsaan Palestina, Lebanon, Suriah, dan Beirut.

Rata-rata korban terluka oleh pecahan ledakan.

Baca Juga:

TRUMP SEBUT LEDAKAN BEIRUT ADALAH SERANGAN

LEDAKAN BEIRUT, LEBIH DARI 50 ORANG MENINGGAL DUNIA

Dua ledakan besar terjadi di dalam pelabuhan Beirut, yang menghancurkan daerah sekitarnya dan mencapai daerah-daerah di sekitar Beirut.

Menteri Kesehatan Lebanon Hamad Hassan mengumumkan bahwa jumlah korban tewas telah melebihi 73, sementara cedera melebihi 3 ribu.

Dia mengkonfirmasikan bahwa angka-angka ini belum final dan dapat meningkat seiring waktu pelaporan dari lapangan.

Sementara itu Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ledakan di Beirut dahsyat yang terjadi pada Selasa (4/8) yang mengirimkan gelombang kejut ke seluruh wilayah Libanon “tampak seperti serangan yang mengerikan,” menunjukkan bahwa itu adalah pemboman, bukan kecelakaan.

Pihak berwenang Libanon mengatakan kebakaran di sebuah gudang yang berisi bahan peledak di Pelabuhan Beirut menyebabkan ledakan besar, yang meratakan bangunan tiga lantai dan terdengar di seluruh kota dan pinggirannya.

Trump menyampaikan “simpati terdalam AS kepada rakyat Lebanon, di mana laporan menunjukkan bahwa banyak, banyak orang yang terbunuh.”

“Doa kami ditujukan kepada semua korban dan keluarga mereka. Amerika Serikat siap membantu Lebanon,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih. “Kami akan berada di sana untuk membantu. Sepertinya serangan yang mengerikan.”