Pemerintah Akan bantu para pegawai yang bergaji di bawah 5 juta per-bulan

Duniaekspress.com. (07/08/2020). – Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku pemerintah sedang mengkaji pemberian bantuan kepada para pegawai yang bergaji di bawah Rp 5 juta per bulan. Bantuan ini rencananya akan disalurkan kepada 13 juta pekerja.

“Pemerintah sedang mengkaji pemberian bantuan gaji kepada 13 juta pekerja yang mendapatkan yang memiliki upah di bawah Rp 5 juta,” kata Sri Mulyani dalam video conference, Jakarta, Rabu (5/8/2020).

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menyebut anggaran yang disiapkan pemerintah untuk program bantuan ini ditaksir mencapai Rp 31,2 triliun. Dia berharap, dengan adanya stimulus baru ini bisa mempercepat proses pemulihan ekonomi nasional (PEN).

“Ini akan memakan Rp 31,2 triliun, berbagai langkah ini karena sampai Agustus ini memang penyerapan PEN masih dirasa perlu ditingkatkan,” ungkapnya.

Disamping itu Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Gerindra, Heri Gunawan mengatakan bahwa rencana pemerintah memberikan bansos untuk pekerja dengan gaji di bawah Rp5 juta sejatinya baik dan patut di apresiasi. Termasuk bansos produktif hingga Rp30 triliun bagi 12 juta UMKM.

Namun, ia menganggap kebijakan ini terkesan dadakan. Apalagi dengan embel-embel untuk peningkatan belanja pemerintah.

“Sudah berapa kali Presiden menegur menterinya soal penyerapan anggaran penanganan Covid-19 beserta dampaknya terhadap perekonomian? Bahkan saat rapat kabinet Senin kemarin, Presiden lagi-lagi menyoroti realisasi anggaran ini,” katanya dalam siaran persnya pada Kamis (06/08/2020).

Ia menyebut bahwa menurut presiden, dari Rp 695 stimulus untuk penanganan Covid-19 baru 20 persen yang terealisasi. Baru Rp 141 triliun. Apalagi, lanjutnya, dikatakan Presiden bahwa ada 40 persen kementerian DIPA-nya saja belum ada, bagaimana mau realisasi.

“Ini bagaimana perekonomian bisa reborn, APBN yang diharapkan bisa menjadi stimulus justru lamban realisasinya. Sementara masyarakat sudah menjerit,” tuturnya.

“Saya khawatir ide menggelontorkan dana bansos untuk pekerja yang gajinya di bawah Rp5 juta ini untuk menutupi ketidakmampuan tim ekonomi pemerintah dalam mengeksekusi apa yang diinginkan presiden. Stimulus tersendat. Maka dibuatlah bansos untuk pekerja ini,” sambungnya.

Heri berharap bila kebijakan ini betul-betul dieksekusi, skemanya harus jelas. Siapa saja 13 juta pekerja yang akan menerima dana Rp 32 triliun tersebut. Jangan sampai ini menimbulkan masalah lagi.

“Ini bicara rasa keadilan. Yang sudah punya gaji disubsidi, tapi bagaimana pekerja yang dirumahkan bahkan kena PHK selama pandemi ini berlangsung? Jangan sampai muncul kecemburuan sosial di tengah masyarakat yang sama-sama terdampak oleh pandemi, karena akan memunculkan risiko social unrest,” pungkasnya.

Sumber : Kiblat.net

 

Baca juga, RAKYAT INDONESIA BERMENTAL GRATISAN, SINDIR SRI MULYANI