DUNIAEKSPRESS.COM (11/8/2020)- Sebuah ledakan di dekat perbatasan Jraischan di perbatasan Irak-Kuwait pada Senin malam menargetkan konvoi yang membawa peralatan untuk pasukan Amerika Serikat.

Sampai berita ini diturunkan, belum jelas apakah ada pasukan AS dalam konvoi itu atau apakah ada yang terluka dalam ledakan itu, yang meledak sebelum pukul 21.00 waktu Baghdad.

“Kendaraan secara teratur memuat peralatan militer di persimpangan, dan kargo biasanya dimuat atau dibongkar sebelum memasuki atau keluar Irak.” kata militer Irak, sebagaimana yang dikutip Al Arabiya, Selasa (11/8/2020).

“Perusahaan asing dikontrak oleh pasukan AS untuk memberikan keamanan di daerah itu,” kata sumber keamanan Irak.

Baca Juga:

ISRAEL PIHAK TERTUDUH DARI TEORI KONSFIRASI LEDAKAN BESAR DI BEIRUT

SERANGAN UDARA ISRAEL KE GAZA TARGETKAN HAMAS

Sebuah sumber keamanan sebelumnya mengatakan bahwa ledakan itu disebabkan oleh milisi Syiah Irak yang menargetkan pangkalan militer AS di dekat persimpangan dengan menyelundupkan alat peledak, dan bahwa beberapa staf di pangkalan itu terluka, tetapi ini kemudian dibantah oleh keamanan lainnya. sumber yang mengatakan konvoi diserang, bukan pangkalan.

“Kami sedang menyelidiki masalah ini,” kata juru bicara Kedutaan Besar AS di Kuwait.

Kelompok milisi Syiah Irak yang kurang dikenal dengan nama Ashab al-Kahf mengaku bertanggung jawab atas serangan itu dan menerbitkan video yang menunjukkan ledakan di kejauhan. Dikatakan mampu menghancurkan peralatan militer AS dan sebagian besar penyeberangan.