AS Gusar atas penangkapan pengusaha dan pembela pro-demokrasi Hong Kong oleh China

Duniaekspress.com. (12/08/2020). – Bogota – Penasihat keamanan nasional Gedung Putih Robert O’Brien pada Senin mengatakan Amerika Serikat sangat terganggu dengan penangkapan Jimmy Lai, pengusaha dan pembela pro-demokrasi Hong Kong.

Lai, yang juga pendiri tabloid populer Apple Daily, ditangkap Senin pagi atas tuduhan kolusi asing di bawah undang-undang keamanan nasional baru yang diterapkan China.

Kedua putranya dan sejumlah eksekutif dari perusahaan medianya juga ditangkap.

O’Brien mengatakan penangkapan taipan media Hong Kong itu merupakan upaya mengintimidasi tokoh-tokoh pro-demokrasi dan oposisi serta menekan media independen.

Lai adalah tokoh terkemuka dalam gerakan pro-demokrasi Hong Kong yang kerap mengkritik China.

Amerika Serikat telah mengkritik keras undang-undang keamanan nasional dalam beberapa kesempatan, dengan mengatakan bahwa kebijakan itu telah merusak otonomi Hong Kong dan melanggar hak-hak rakyatnya.

“Undang-undang keamanan nasional Beijing menyangkal hak-hak dasar dan kebebasan rakyat Hong Kong serta meningkatkan kendali Partai Komunis China atas urusan internal Hong Kong,” kata O’Brien.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan dirinya sangat terganggu dengan laporan penangkapan Lai berdasarkan Undang-Undang Keamanan Nasional yang kejam di Hong Kong.

“Bukti lebih lanjut bahwa CCP [Partai Komunis China] telah menghapus kebebasan Hong Kong dan mengikis hak-hak rakyatnya,” kata Pompeo melalui Twitter. (AB).

 

Sumber : AA Media

 

Baca juga, AKTIFIS DEMONSTRAN HONGKONG MEMINTA PADA DONALD TRUMP UNTUK MEMBEBASKAN HONGKONG DARI CHINA