Efek domino ledakan Beirut Perdana Menteri dan sejumlah Menteri Mengundurkan diri

Duniaekspress.com. (11/08/2020). – Beirut – Perdana Menteri Lebanon, Hassan Diab, menyatakan mundur dari jabatannya setelah empat menteri mengundurkan diri buntut kasus ledakan gudang amonium nitrat di Beriut, Selasa (4/8/2020).

Tensi politik di Lebanon memanas pasca ledakan gudang amonium nitrat yang menewaskan sekitar 200 orang dan melukai sedikitnya 6.000 orang.

Senin pagi (10/8/2020) waktu Beirut, Menteri Hukum Marie Claude Najem menjadi menterai terakhir yang menyatakan mundur dari Kabinet PM Hassan Diab.

Menteri Kehakiman Lebanon mengundurkan diri di tengah meningkatnya kritik publik menyusul ledakan besar di Pelabuhan Beirut, Lebanon, pekan lalu.

Pengunduran diri Marie-Claude Najm terjadi sehari setelah Menteri Informasi Manal Abdel-Samad dan Menteri Lingkungan Damianos Kattar menyatakan mundur dari jabatan mereka.

Enam dari 128 anggota parlemen juga mengundurkan diri sebagai bentuk protes atas ledakan itu.

Dua ledakan besar mengguncang Pelabuhan Beirut pada Selasa pekan lalu setelah 2.750 ton amonium nitrat yang disimpan di gudang di sana terbakar.

Guncangan akibat ledakan itu tercatat sebesar 3,5 SR.

Sedikitnya 158 orang tewas, sekitar 6.000 orang terluka, dan 300 ribu lainnya kehilangan tempat tinggal.

Lebanon tengah menghadapi krisis ekonomi sejak akhir tahun lalu. Selama dua hari berturut-turut, para demontran turun ke jalan-jalan untuk memprotes pemerintah Lebanon. (AB).

Sumber : AA 

 

Baca juga, ISRAEL PIHAK TERTUDUH DARI TEORI KONSFIRASI LEDAKAN BESAR DI BEIRUT