DUNIAEKSPRESS.COM (15/8/2020)- Wilayat Sinai, afiliasi ISIS di semenanjung timur laut Mesir, telah mengeksekusi empat orang atas dugaan kerja sama mereka dengan Tentara Mesir di Sinai Utara, Al-Arabi Al-Jadeed melaporkan.

Eksekusi dilakukan di kota Bir Al-Abd di Sinai Utara.

Selama tiga minggu terakhir, Wilayat Sinai, yang berjanji setia kepada ISIS pada tahun 2014, telah mengendalikan lima kota di sekitar Bir Al-Abd – Rabaa, Katiya, Aktiya, Janayen dan Merih.

Tiga bulan lalu, tiga orang Mesir lainnya dieksekusi oleh afiliasi Daesh di provinsi Sinai Utara. Eksekusi mereka berlangsung di selatan Sheikh Zouweid.

Kelompok militan tersebut telah berulang kali menargetkan korban dari Suku Sawarka, yang dituduh bekerja sama dengan pihak berwenang dan aparat keamanan Mesir.

Baca Juga:

80 ORANG TOKOH PENTING MUJAHIDIN TALIBAN DIBEBASKAN DARI PENJARA

Mesir telah berperang melawan teror yang berlarut-larut di Semenanjung Sinai yang semakin intensif selama Presiden Abdel Fattah Al-Sisi naik ke tampuk kekuasaan.

Penduduk setempat menggambarkan perang melawan teror yang dilakukan pemerintah Mesir sebagai perang terhadap warga sipil karena tindakan hukuman yang dilakukan terhadap penduduk setempat dan pelecehan yang direkam dalam video terbaru ini menegaskan bahwa pelanggaran HAM sistematis sedang terjadi di sana.

Pemerintah telah mengambil langkah-langkah besar untuk mengontrol narasi tersebut, mendorong gagasan bahwa mereka memerangi perang yang adil melawan teror dan pada saat yang sama melarang jurnalis dan pekerja hak asasi manusia memasuki semenanjung itu.

Kelompok kemanusiaan dan hak asasi mempertanyakan kemampuan Mesir untuk menangani terorisme karena diperkirakan hanya ada 1.000 militan pada satu waktu di semenanjung itu, namun tujuh tahun kemudian perang berlanjut.

Laporan PBB baru-baru ini menyuarakan keprihatinan serius tentang undang-undang anti-teror Mesir yang disalahgunakan untuk meningkatkan pelanggaran hak di semenanjung, termasuk penangguhan sekolah di Sinai Utara.