DUNIAEKSPRESS.COM (17/8/2020)- Pejuang Kashmir menyerang tim polisi India di wilayah yang dikelola India pada hari Jumat (14/8), menewaskan dua petugas dan melukai satu meskipun keamanan ketat diberlakukan di wilayah mayoritas Muslim yang disengketakan menjelang Hari Kemerdekaan India.

“Sekelompok pejuang menembaki tim polisi yang sedang bertugas di daerah Nowgam di kota Srinagar,” kata kepala polisi di Kashmir, Vijay Kumar, kepada kantor berita Reuters.

“Kami mendapat informasi bahwa militan dapat melakukan serangan kapan saja dan kami waspada,” kata Kumar.

“Mereka datang melalui jalan sempit dan menembak tanpa pandang bulu.” tambahnya.

Baca Juga:

HANIYAH: UEA HARUS BATALKAN PERJANJIAN MEMALUKAN

PASCA DAMAI DENGAN UEA, ISRAEL MAKIN AGRESIF GEMPUR GAZA

Serangan itu terjadi beberapa hari setelah peringatan pertama pencabutan otonomi konstitusional Kashmir, sebuah reformasi yang menurut pemerintah India akan mendorong pembangunan kawasan itu dengan mendekatkannya ke seluruh negeri.

Tetapi banyak orang di Kashmir melihat hilangnya otonomi khusus sebagai langkah lain dalam penghapusan hak-hak Muslim oleh pemerintah nasionalis Hindu.

Kashmir telah diperebutkan oleh India dan tetangganya Pakistan sejak berakhirnya pemerintahan kolonial Inggris pada tahun 1947. Kedua negara mengklaimnya secara penuh tetapi sebagian mengaturnya.

Lebih dari 50.000 orang telah tewas dalam lebih dari 30 tahun pemberontakan bersenjata di Kashmir yang dituduh India telah memicu Pakistan dengan mendukung kelompok pemberontak Muslim yang memerangi pasukan keamanan India di bagiannya dari wilayah yang terpecah tersebut.

Pakistan mengatakan hanya menawarkan dukungan politik kepada sesama Muslim di wilayah Himalaya.

India merayakan Hari Kemerdekaan pada hari Sabtu.(al Jazeera)