DUNIAEKSPRESS.COM (19/8/2020)- Detasemen Khusus atau Densus 88 menangkap Ummu Syifa, 28, istri dari pimpinan kelompok MIT (Mujahidin Indonesia Timur), Ali Kalora.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Awi Setiyono menuturkan Ummu Syifa ditangkap di Poso Pesisir Selatan pada akhir Juli 2020.

Menurut Awi, Ummu Syifa sempat bergabung dengan kelompok MIT selama 23 hari.

“(Ummu Syifa) menyembunyikan informasi tentang keberadaan kelompok teroris yang sudah ditetapkan di dalam daftar pencarian orang,” kata Awi dalam konferensi pers virtual, Selasa.

Densus 88 juga menangkap satu orang anggota kelompok MIT berinisial YS Kalora, 21, di Desa Tangkura, Poso, Sulawesi Tengah.

Baca Juga:

SYIAH HIZBULLAH TERLIBAT PEMBUNUHAN HARIRI

BOCAH 9 TAHUN JADI TARGER SNIPER SYIAH HOUTHI

Hasil pemeriksaan mengungkap bahwa YS berperan mengantarkan calon anggota kelompok MIT dan logistik untuk kelompok tersebut.

“YS berencana mengantarkan uang sebesar Rp1,59 juta dan makanan atau kue kepada kelompok MIT,” tutur Awi.

Kedua tersangka terancam hukuman penjara paling lama seumur hidup karena diduga melanggar Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

Polri-TNI masih melakukan Operasi Tinombala untuk menangkap kelompok MIT di wilayah Poso, Sulawesi Tengah.

Ali Kalora menjadi pimpinan MIT setelah sejumlah pimpinan terdahulu kelompok ini satu per satu tewas dan ditangkap.

Pendiri MIT, Santoso tewas dalam baku tembak dengan Satgas Tinombala di Pegunungan Biru, Desa Tambarana, Poso Pesisir Utara, Poso, Sulawesi Tengah pada Juli 2016 lalu.

Satgas Tinombala kemudian menangkap Basri, yang merupakan tangan kanan Santoso pada September 2016.

Sedangkan salah satu pentolan kelompok ini, Sabar Subagio alias Daeng Koro telah lebih dulu tewas dalam baku tembak pada April 2015 lalu. (anadolu)