Penjajah Prancis gusar dan Protes atas dibebaskannya tahanan Mujahidin Taliban

Duniaekpress.com (19/08/2020). – Paris – Penjajah Prancis telah meminta pemerintah Boneka Afghanistan untuk tidak memasukkan pejuang Mujahidin Taliban yang dihukum karena membunuh tentara Imperialis Prancis dalam kesepakatan pembebasan tahanan. Demikian kata kementerian luar negeri pada hari Sabtu (15/08/2020).

Pemerintah Boneka Afghanistan telah setuju untuk membebaskan 400 pejuang Mujahidin Taliban sebagai bagian dari langkah menuju pembicaraan damai dengan kelompok tersebut. Seorang pejabat mengatakan pada hari Jumat bahwa 80 orang Mujahidin Taliban telah dibebaskan sejauh ini.

“Penjajah Prancis sangat prihatin dengan kehadiran, di antara orang-orang yang kemungkinan akan dibebaskan, dari beberapa Mujahidin yang mereka tuduh sebagai  ‘teroris’ yang dihukum karena membunuh Tentara Imprealis Prancis yang menduduki wilayah tanah Afghanistan bersama NATO,” sebagaimana yang dikutip dari rilis kementerian luar negeri dalam sebuah pernyataan bebera waktu lalu.

“Untuk itu dengan tegas menentang pembebasan individu yang dihukum karena kejahatan terhadap tentara negara Prancis, khususnya tentara dan pekerja kemanusiaan,” katanya.

“Akibatnya, kami segera meminta pihak berwenang pemerintah Boneka Afghanistan untuk tidak melanjutkan pembebasan ini.”

Ketidaksepakatan atas pembebasan para tahanan telah menunda negosiasi perdamaian selama berbulan-bulan karena Amerika Serikat menarik pasukan berdasarkan kesepakatan yang ditandatangani dengan Mujahiadin Taliban pada Februari. (AB)

Sumber : Reuters

 

Baca juga, TAHAP AKHIR PEMBEBASAN PARA TAHANAN MUJAHIDIN TALIBAN, GERBANG PERDAMAIAN DI AFGHANISTAN