DUNIAEKSPRESS.COM (24/8/2020)- Delegasi Imarah Islam Afghanistan (Taliban) tiba di Pakistan untuk membahas proses perdamaian yang sedang berlangsung dengan para pemimpin Pakistan menjelang dialog intra-Afghanistan yang diharapkan.

“Delegasi tingkat tinggi Imarah Islam [Taliban] yang dipimpin oleh wakil kepala politik, Mullah Abdul Ghani Baradar, telah berangkat ke Pakistan atas undangan Kementerian Luar Negeri negara itu untuk membahas perkembangan terbaru tentang proses perdamaian, keadaan pengungsi Afghanistan di Pakistan, perjalanan lintas batas, dan perdagangan antara dua tetangga, “kata juru bicara Taliban Suhail Shaheen dalam serangkaian tweetnya yang dikutipa Anadolu Agency, Ahad (23/8/2020).

Dia tidak memberikan rincian lebih lanjut, termasuk pemimpin Pakistan mana yang akan ditemui delegasi Taliban dan durasi kunjungan.

Seorang pejabat senior Kementerian Luar Negeri Pakistan mengatakan kepada tanpa menyebut nama bahwa delegasi Taliban diperkirakan akan mengadakan pertemuan dengan “kepemimpinan sipil dan militer Pakistan” pada hari Senin.

Baca Juga:

KOALISI ARAB TEMBAK JATUH DRONE HOUTHI

ARAB SAUDI TEGASKAN TAK IKUTI LANGKAH UEA

Perkembangan itu terjadi beberapa hari setelah pemerintah Afghanistan merilis sekitar 80 tokoh penting Taliban untuk membuka jalan bagi pembicaraan damai langsung.

Langkah itu merupakan bagian dari kesepakatan pertukaran tahanan, menyusul perjanjian perdamaian penting antara Amerika Serikat dan Taliban di ibu kota Qatar, Doha, pada Februari tahun ini.

Afghanistan sejauh ini telah membebaskan 4.600 tahanan Taliban, selain 500 tahanan yang tidak ada dalam daftar Taliban, menurut media lokal.

Pada Desember 2018, Pakistan mengatur pembicaraan langsung yang jarang terjadi antara Washington dan Taliban, membuka jalan bagi penyelesaian yang dirundingkan dari konflik yang masih ada.

Pakistan juga memfasilitasi putaran pertama pembicaraan langsung antara pemerintah Afghanistan dan Taliban di Islamabad pada Juli 2015.

Proses itu terhenti setelah Taliban mengumumkan kematian pemimpin lama mereka Mullah Omar, yang memicu perebutan kekuasaan internal yang pahit.

Prosesnya semakin terhambat oleh pembunuhan penerus Omer, Mullah Akhtar Mansoor, dalam serangan pesawat tak berawak AS di perbatasan Pakistan-Afghanistan pada 2016.