DUNIAEKSPRESS.COM (28/8/2020)- Kendaraan tempur dan helikopter perang Rusia mengepung konvoi tentara Amerika Serikat di Suriah hingga mengakibatkan mobil lapis baja kedua negara saling bertabrakan, Rabu (26/8).
Gedung Putih mengatakan insiden itu mengakibatkan beberapa pasukan AS terluka.

Video konfrontasi yang dibagikan di Twitter menunjukkan kendaraan militer dan helikopter Rusia mencoba mengusir kendaraan AS dan memaksa mereka keluar dari wilayah Dayrick.

Kendaraan tempur itu tampak menabrak satu sama lain. Helikopter Rusia bahkan terbang sangat rendah tepat di atas tentara Amerika.

Baca Juga:

TERORIS PENEMBAKAN 2 MESJID DIVONIS HUKUMAN SEUMUR HIDUP

HINA ULAMA DI MEDSOS, ASN ACEH DITANGKAP

Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih mengatakan kendaraan taktis Rusia menabrak ATV tahan ranjau AS. “Menyebabkan pengemudi kendaraan terluka,” kata Gedung Putih seperti dikutip dari AFP.

Meski demikian tidak dijelaskan secara rinci berapa banyak tentara yang cedera dan seberapa parah luka yang mereka alami.

Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional John Ullyot mengatakan kendaraan AS ada di wilayah itu dalam rangka patroli keamanan, mereka merupakan pasukan dari koalisi anti-ISIS.

Menurut dia, tim patroli meninggalkan daerah itu untuk meredakan situasi.

“Tindakan tidak aman dan tidak profesional seperti ini merupakan pelanggaran protokol de-konflik yang disepakati oleh Amerika Serikat dan Rusia pada Desember 2019,” kata Ullyot.

“Koalisi dan Amerika Serikat tidak mencari eskalasi dengan kekuatan militer nasional mana pun, tetapi pasukan AS selalu mempertahankan hak dan kewajiban yang melekat untuk membela diri dari tindakan permusuhan.”

Pasukan AS dan Rusia sering berinteraksi di Suriah, namun mereka jarang terlibat konfrontasi. Rusia diketahui mengerahkan ribuan pasukan ke Suriah untuk mendukung kekuatan militernya.

Dalam konflik Suriah sendiri, Rusia bersama Iran membantu rezim pemerintah Bashar Al-Assad. Sedangkan Turki bersama AS serta sekutu dari Eropa dan Arab membantu beberapa faksi pemberontak berbeda.