DUNIAEKSPRESS.COM ((1/9/2020)- Perdana Menteri dari Otoritas Palestina (PA) Mohammad Shtayyeh pada hari Senin (31/08/2020) mengecam penerbangan komersial langsung pertama antara ‘Israel’ dan UEA dan mengatakan ini “sangat menyakitkan”, setelah pesawat ‘Israel’ El Al mendarat di Abu Dhabi.

Berbicara pada pertemuan kabinet mingguan Palestina yang diadakan di Ramallah, Shtayyeh mengatakan kesepakatan antara UEA dan ‘Israel’ untuk menormalisasi hubungan adalah “pelanggaran yang jelas dan terang-terangan terhadap posisi Arab terhadap konflik Arab-Israel”.

Baca Juga:

9 ORANG TEWAS DITEMBAK KELOMPOK BERSENJATA DI FILIPINA SELATAN

INDONESIA PROTES PEMBAKARAN AL-QURAN DI MALMO

Perdana Menteri Otoritas Palestina juga mencatat bahwa nama penerbangan tersebut, Kiryat Gat, adalah juga nama pemukiman ilegal ‘Israel’ yang dibangun di kota Fallujah di wilayah pendudukan Palestina.

“Sangat menyakitkan bagi kami hari ini ketika sebuah pesawat Israel mendarat di UEA, dengan nama penerbangan ‘Kiryat Gat’ nama pemukiman ilegal yang dibangun di atas tanah Palestina yang diduduki di kota Fallujah tempat Gamal Abdel Nasser terjebak di pelanggaran yang jelas dan terang-terangan atas posisi Arab terhadap konflik Arab-Israel,” kata Shtayyeh, seperti dilansir kantor berita Palestina Wafa.

“Pada kesempatan ini, kami menghormati posisi beberapa negara Arab yang menentang normalisasi dengan ‘Israel’, yang membuat tur [Mike] Pompeo gagal mencapai tujuan yang diinginkan meskipun ada tekanan yang diberikan pada beberapa negara Arab,” tambahnya.

‘Kami berharap melihat pesawat UEA mendarat di Yerusalem yang telah dimerdekakan, tetapi kita hidup di era Arab yang sulit.”

Pesawat itu membawa delegasi dari ‘Israel’ dan Amerika Serikat, yang menjadi perantara kesepakatan, termasuk Jared Kushner, penasihat Gedung Putih dan menantu Presiden AS Donald Trump. [hidcom]