DUNIAEKSPRESS.COM (2/9/2020)- Tabloid satir asal Prancis Charlie Hebdo, berencana untuk menerbitkan ulang kartun Nabi Muhammad. Sebelumnya, penerbitan kartun itu memicu serangan terhadap tabloid itu.

Penerbitan ulang kartun Nabi Muhammad itu dilakukan untuk menandai dimulainya persidangan minggu ini, terhadap individu yang diduga menjadi kaki tangan dalam serangan itu.

“Kami tidak akan pernah tidur. Kami tidak akan pernah menyerah,” tulis Direktur Laurent “Riss” Sourisseau dalam tajuk rencana penerbitan ulang kartun tersebut dalam edisi terbarunya, seperti dikutip AFP, Selasa (1/9 2020).

Baca Juga:

SETELAH DISERANG 3 MISIL ROKET DUBES AS DI IRAK MINTA DITINJAU KEMBALI KEBERADAANNYA

AMIR ISIS TURKI DITANGKAP

Namun tidak diketahui kapan waktu pasti penerbitan ulang kartun yang dianggap kontroversial itu. Dalam Islam, dilarang untuk menggambarkan citra Nabi Muhammad dalam bentuk apapun.

Sebanyak 12 orang, termasuk beberapa kartunis paling terkenal di Prancis, terbunuh pada 7 Januari 2015, ketika Said dan Cherif Kouachi bereaksi atas karikatur yang menyakitkan hati umat Islam tersebut.

Sebelumnya pada tahun 2015, Dunia mengecam majalah satir Charlie Hebdo yang kembali menerbitkan kartun Nabi Muhammad SAW setelah serangan kepada media tersebut. Kecaman itu diungkapkan para pemimpin dunia hingga aksi demonstrasi di berbagai negara.

Charlie Hebdo menerbitkan kartun Nabi Muhammad SAW yang membawa tulisan “Je suis Charlie “ (Saya Charlie) dengan mimik sedih dan menangis. Edisi tersebut terbit setelah serangan terhadap kantor majalah itu yang menewaskan 12 orang. Penerbitan kartun Nabi Muhammad SAW itu dianggap sebagai penghinaan terhadap umat Islam di seluruh dunia. Paus Fransiskus pun mengecam majalah Charlie Hebdo.