DUNIAEKSPRESS.COM (7/9/2020)- Kelompok perlawanan Palestina Hamas membantah memiliki hubungan dengan gerakan ekstremis sayap kanan Boogaloo Bois di Amerika Serikat.

Media Amerika dan Israel melaporkan bahwa dua anggota dari kelompok Boogaloo Bois ditangkap oleh otoritas AS dan didakwa berkonspirasi untuk mendukung Hamas.

Laporan media mengatakan bahwa Departemen Kehakiman AS menuduh Michael Robert Solomon, 30, dan Benjamin Ryan Teeter, 22, memberikan dukungan material kepada “organisasi teroris asing”.

“Kami mengecam upaya pemerintah AS untuk menghubungkan Hamas dengan setiap anggota kelompok ini,” kata gerakan Palestina yang berbasis di Jalur Gaza ini dalam sebuah pernyataan, sebagaimana dikutip Memo, Ahad (6/9/2020).

Baca Juga:

24 ORANG MENINGGAL AKIBAT SEBUAH MESJID MELEDAK DAN TERBAKAR DI BANGLADESH

OPERASI KOTOR MOSSAD BUNUH TOKOH-TOKOH ISLAM

“Ini adalah upaya putus asa untuk mendiskreditkan gerakan atas permintaan Israel atau kepemimpinan ekstremisnya,” tambahnya.

Hamas mengatakan bahwa itu adalah “gerakan pembebasan nasional Palestina yang perjuangannya hanya ditujukan untuk melawan pendudukan Israel di Palestina dan tidak mencampuri urusan internal negara mana pun di seluruh dunia”.

Boogaloo Bois adalah kelompok sayap kanan di Ameria Serikat yang memusuhi lembaga publik dan pemerintah AS, dan diduga mengatakan mereka sedang mempersiapkan Perang Saudara Amerika kedua yang mereka sebut “boogaloo”. Anggota kelompok tampak membawa senjata dalam protes di Minneapolis setelah kematian George Floyd di bawah lutut seorang perwira polisi AS.