DUNIAEKSPRESS (9/9/2020)– Salah satu pendapat sesat yang dipegang ekstrimis khawarij ISISER adalah ketiadaan uzur bagi pelaku kesyirikan; mereka mengingkari adanya uzur karena kebodohan pelaku dan kesalahan pelaku dalam takwil yang muktabar. Padahal agama ini mengajarkan adanya uzur bagi pelaku kekafiran dan kesyirikan walau sebagian ulama menafikan uzur karena kebodohan pada kasus syirik akbar. Diantara dalil adanya uzur karena kebodohan pelaku kesyirikan adalah firman Allah Ta’ãlã:

رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا
“(Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah.” (Q.S. Al-Baqarah/2: 286).

Dan sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

إِنَّ اللَّهَ قَدْ تَجَاوَزَ عَنْ أُمَّتِي الْخَطَأَ، وَالنِّسْيَانَ، وَمَا اسْتُكْرِهُوا عَلَيْهِ

“Sesungguhnya Allah memaafkan dari umatku kekhilafan, lupa dan apa yang dipaksakan kepadanya.” (HR. Ibnu Majah, No. 2043 dan dinyatakan hasan oleh Syaikh Albãní).

Dua nash syar’i di atas adalah sebagian kecil dari dalil yang menyatakan adanya uzur pemaafan bagi pelaku syirik besar jika didapatkan bukti pada pelakunya ketidaktahuan atau kebodohan pada perbuatannya yang jatuh ke dalam dosa syirik besar. Atau ia berbuat kesyirikan karena salah dalam memahami apa yang ia lakukan bahwa apa yang ia lakukan adalah kesyirikan yang terlarang dalam agama; atau ia tahu tapi terpaksa; sebagaimana yang disebutkan dalam sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam di atas.

Kesesatan ISIS dan ISISER secara umum dan khususnya pada kasus pengkafiran para pelaku kesyirikan pelaku kesyirikan (uzur bi jahli) ini harus dibantah dan dipersempit dikarenakan dampaknya terhadap umat dan dakwah begitu berbahaya. Betapa banyak ulama dan orang-orang saleh harus terbunuh karena kebodohan ISIS dan para pendukungnya.

Tak terhitung betapa banyak darah mujahidin dan para orang-orang yang tak berdosa disia-siakannya kesuciannya dan ditumpahkan. Padahal, darah-darah mereka harusnya dijaga bukan ditumpahkan. Kita berlindung dari kebodohan ISIS dan semangat sempit mereka.

Sungguh kebodohan dan semangat berlebihan adalah dua hal yang disatukan ISIS dan menjadi sebab terpenting diantara sebab-sebab terpenting yang menghasung mereka menjadi monster yang menakutkan. Dan sekarang, setelah kehancuran mereka -karena mubahalah Adnani- tetap saja mereka bertahan di atas kesombongan dan tidak mencari kebenaran sejati. Mereka tetap mempertahankan khilafah ilusi mereka. Jika mereka jujur dan ikhlas dalam berjuang, tentu mereka telah meninggalkan kekhilafahan palsu mereka; kekhilafahan khawarij.