DUNIAEKSPRESS.COM (12/9/2020)– Otoritas Palestina mengecam keras perjanjian damai antara Bahrain dan Israel yang baru saja diumumkan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Dua pejabat tinggi Palestina menyebutnya sebagai ‘tikaman di punggung’ bagi perjuangan rakyat Palestina.

Seperti dilansir AFP dan Associated Press, Sabtu (12/9/2020), Menteri Urusan Sosial di Tepi Barat, Ahmad Majdalani, menyebut perjanjian damai itu sebagai ‘tikaman di punggung bagi perjuangan Palestina dan rakyat Palestina’, sama seperti perjanjian damai Uni Emirat Arab (UEA) dan Israel yang diumumkan bulan lalu.

Komentar serupa disampaikan seorang pejabat senior Palestina lainnya, Wasel Abu Yousef. Dia bahkan menyebut perjanjian Bahrain dan Israel itu sebagai ‘pengkhianatan’ terhadap Palestina.

“Ini adalah tikaman lain di punggung bagi perjuangan Palestina, rakyat Palestina dan hak-hak mereka,” sebut Abu Yousef.

“Ini pengkhianatan terhadap Yerusalem dan Palestina … Kami sama sekali tidak melihat pembenaran untuk normalisasi gratis dengan Israel ini,” cetusnya.

Baca juga:

HEBOH, KHOTBAH SYAIKH SUDAIS DIKRITIK WARGANET

ISRAEL PASANG PENGERAS SUARA DI MASJID AL-AQSHA

Hamas yang menguasai Jalur Gaza, juga melontarkan kecamannya. Hamas menyebut perjanjian damai Bahrain dan Israel itu sebagai ‘agresi’ yang menimbulkan ‘prasangka serius’ terhadap perjuangan Palestina.

Sama seperti perjanjian damai dengan UEA, perjanjian Bahrain-Israel juga mengatur normalisasi hubungan diplomatik, komersial, keamanan dan hubungan lainnya antara kedua negara. Bahrain, bersama Arab Saudi, telah mencabut larangan terbang untuk maskapai Israel di wilayah udaranya.

Dengan perjanjian ini, Bahrain menjadi negara Arab keempat yang menormalisasi hubungan dengan Israel, setelah Mesir, Yordania dan UEA.