Koreksi atas kitab Al-Jami’ karya  Syaikh Abdul Qadir bin Abdul Aziz bagian 5

Baca sebelumnya, KOREKSI ATAS KITAB AL-JAMI’ bagian 4

Duniaekspress.com. (14/09/2020). – Syaikh Athiyatullah Al-Libiy mengatakan, : “Oleh karena itu, sebelumnya kami telah mengingatkan kesalahan besar yang telah dilakukan oleh penulis Al-Jami’ fi Thalabil Asy-Syarif, Syaikh Abdul Qadir bin Abdul Aziz -semoga Allah mengangkat kesulitannya-  Ketika membuat vonis kafir terhadap apa yang ia namakan dengan ‘Anshar Thogut Murtad’ hari ini sebagai hukum yang disepakati secara ijma’ Qath’I, yang mengkafiran siapa saja yang menyelisihinya, seperti status hukum para pengikut Musailamah al-Kadzab yang dalam hal ini para sahabat sepakat atas kekafiran mereka. Hal ini adalah kesalahan yang nyata dan kekelirun besar, yang harus diwaspadakan dan diperingatkan. (wawancara Syaikh dengan forum Al-Hizbah, 199).

Sebenarnya Syaikh Abu Qatadah telah menulis bantahan secara Panjang dan detail terhadap kitab Al-Jami’, namun qodarullah, tulisan tersebut hilang pada masa krisis 2001 sebelum dicetak atau diunggah di internet. Pasalnya pada masa itu, para ikhwah menghancurkan semua tulisan yang mereka temukan di rumah mereka sendiri atau tulisan Syaikh karena adanya kompanye sengit oleh intelijen Inggris terhadap para Ikhwah.

Saya ingin berterima kasih kepada Syaikh dan guru saya, yang terhormat orang tua Syaikh Abu Qatadah karena telah menerima permintaan saya untuk menulis muqadimah buku ini. Beliau sebenarnya dalam kondisi sangat Lelah setelah bertahun-tahun berada dalam penjara, kurang tidur dan kurang makan. Semoga Allah membalasnya dengan kebaikan. Seperti yang saya duga, beliau tidak akan menolak thalabul ilmi yang minta tolong kepada beliau meskipun beliau sedang dalam kondisi sesulit apa pun.

Beliau bersedia menjawab pertanyaan-pertanyaan saya dalam banyak kesempatan sementara beliau berada dalam status tahanan rumah. Beliau bersedia terus menjawab sampai menjelaskan yang mubham (perkara yang belum bisa difahami), menafsirkan yang mujmal (global) dan memastikan tersampaikannya pengetahuan yang benar dan saya dapat memahaminya dengan benar. Betapa beruntungnya beliau sebagai seorang ulama ushuli (ahli ushul fiqih) yang berwawasan luas. Semoga Allah membalas beliau dengan kebaikan.

InsyaAllah Bersambung …

Berlanjut ke : KOREKSI ATAS KITAB AL-JAMI’ bagian 6

Baca juga, KOREKSI ATAS KITAB AL-JAMI’ bagian 3