DUNIAEKSPRESS.COM (14/9/2020)– Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, menyampaikan keprihatinan atas penyerangan terhadap Syekh Ali Jaber. Pendakwah tersebut ditusuk orang tidak dikenal saat mengisi acara di Bandar Lampung.

“Itu perbuatan jahiliah,” kata Mu’ti lewat pesan tertulis yang diterima Ahad (13/9).

Baca juga:

TIGA STRATEGI ISRAEL HILANGKAN MASJID-MASJID PALESTINA

PERSATUAN MUSLIM INTERNASIONAL MENGUTUK KERAS PEMBAKARAN AL-QUR’AN DI SWEDIA

Mu’ti meminta polisi segera memproses sesuai hukum yang berlaku. Ia juga menyerukan bahwa polisi harus mengungkap secara terbuka identitas dan motif pelaku penyerangan.

Kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya umat Islam, Mu’ti meminta agar tetap tenang menanggapi peristiwa tersebut. Ia mengimbau umat tidak pula berspekulasi mengenai penyerangan yang menimpa syekh Ali.

Mu’ti mengimbau agar kepolisan dan aparat hukum diberikan kesempatan melaksanakan tugasnya sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Ia turut mengirimkan doa untuk kesehatan dan kesabaran syekh Ali.

“Semoga syekh Ali Jaber dan keluarga senantiasa sehat dan diberikan kesabaran, serta tetap teguh di jalan dakwah,” ujar Mu’ti

Kronologi

Berdasarkan keterangan dari sejumlah jamaah dan pihak kepolisian diperoleh kronologi penusukan terjadi saat Syekh Ali Jaber belum lama membuka kajian dalam acara Wisuda Tahfidz Quran tersebut. Seorang lelaki tanggung menaiki panggung acara sambil membawa sajam dan mengincar perut Syekh Ali Jaber.

“Penusukan tersebut terjadi berawal dari Syekh Ali Jaber yang ingin memberikan hadiah kepada anak kecil yang bisa membaca Al-Fatihah dengan benar,” kata warga Kelurahan Sukajawa, Kecamatan Tanjung Karang Barat (TKB), Bandarlampung, Andika, Ahad.

Andika menjelaskan, ketika anak yang dipanggil ke atas panggung tersebut mampu membacakan surat Al-Fatihah dengan benar, Syekh Ali Jaber berniat memberikan hadiah kepada anak tersebut sehingga ditanya olehnya apakah anak tersebut ingin sepeda ataupun yang lainnya.

“Kemudian anak tersebut turun panggung ke ibunya untuk bertanya kepada ibunya dan naik lagi ke panggung dan memberitahu Syekh Ali Jaber dia ingin sepeda,” jelasnya.

Setelah itu, spontan Syekh Ali Jaber memanggil ibu anak tersebut untuk naik ke panggung dan meminjam ponsel si ibu untuk berfoto bersama.  Namun, karena ponsel orang tua anak tersebut tidak bisa menyimpan gambar, maka Syekh Ali ingin meminjam ponsel jamaah lainnya.

Nah, saat Ali Jaber mencoba meminjam handphone itu, pelaku penusukan tersebut lari dari arah sebelah kanan langsung naik ke panggung dan menusuk syekh. Tusukannya di lengan sebelah kanan,” kata Andika.

Melihat gelagat lelaki yang tidak dikenal naik panggung, Syekh Ali Jaber langsung mengelak. Namun, Syekh Ali Jaber tetap terkena tusukan di bagian tangan. Dalam kondisi tangan berdarah, Ali kemudian dibawa jamaah ke puskesmas terdekat.

“Jamaah langsung membawa Syaikh Ali Jaber ke Puskesmas Gedong Air. Ada bekas darah jahitan di tangan kanannya,” kata Rudi, salah seorang jamaah Masjid Falahuddin.

Adapun, pelaku langsung ditangkap oleh jamaah yang lain. Aparat kepolisian langsung mengamankan pelaku ke pos polisi terdekat untuk menghindari amuk massa.

Sumber: republika