DUNIAEKSPRESS.COM (15/9/2020)– Kelompok al-Qaidah mengancam akan membantai para staf majalah satire Prancis, Charlie Hebdo, seperti pembantaian di kantor redaksi majalah itu tahun 2015. Ancaman muncul setelah majalah mingguan itu menerbitkan ulang kartun yang menggambarkan Nabi Muhammad secara buruk.

SITE, melaporkan bahwa Mujahidin al-Qaidah melalui publikasinya One Ummah telah memperingatkan bahwa Charlie Hebdo keliru jika mereka percaya serangan tahun 2015 hanya “satu kali”.

Menurut kelompok yang didirikan Syaikh Osama bin Laden itu, majalah itu telah mencetak “karikatur hina” sebagai aksi yang menantang untuk menandai dimulainya persidangan di Paris untuk para kaki tangan pelaku tama serangan 2015.

Baca juga:

PEMBUNUH BAYI PALESTINA DIVONIS SEUMUR HIDUP

IUMS : MANA SUARANYA KELOMPOK PEMBELA KEBEBASAN KETIKA ISLAM DIHINAKAN DAN DIDZALIMI

Komentar itu muncul dalam publikasi al-Qaidah edisi bahasa Inggris yang dimaksudkan untuk menandai peringatan serangan 11 September 2001 di Amerika Serikat yang dilakukan oleh jaringan kelompok Mujahidin yang dicap teroris tersebut.

Dalam publikasinya, al-Qaidah mengatakan “pesan yang sama” untuk Presiden Prancis Emmanuel Macron seperti yang terjadi untuk pendahulunya Francois Hollande yang menjadi presiden pada saat serangan 2015.

Prancis, di bawah Macron, telah “memberi lampu hijau” untuk penerbitan ulang kartun yang menggambarkan secara buruk sosok yang dianggap sebagai Nabi Muhammad.

Sebanyak 12 orang, termasuk beberapa kartunis paling terkenal di Prancis, terbunuh pada 7 Januari 2015. Mereka dibantai ketika dua bersaudara; Said dan Cherif Kouachi, mengumbar tembakan di kantor majalah Charlie Hebdo. Dua bersaudara itu wafat setelah beraksi.