DUNIAEKSPRESS.COM (16/9/2020)– Israel merilis perintah pembongkaran masjid Qaqaa Bin Amr yang berlokasi di Kota Silwan, Yerusalem Timur, Senin (14/9). Alasannya karena persoalan izin.

Dilansir dari Yeni Safak, penduduk setempat mengatakan pembongkaran itu karena kurangnya izin konstruksi. Otoritas Israel memberikan waktu 21 hari kepada pengurus masjid untuk mengajukan banding.

Baca juga:

TIGA STRATEGI ISRAEL HILANGKAN MASJID-MASJID PALESTINA

Masjid Qaqaa Bin Amr dibangun pada 2012. Setiap hari, ratusan jamaah beribadah di masjid dua lantai itu. Otoritas Israel juga pernah merilis perintah pembongkaran serupa pada 2015 meski tak ada eksekusi hingga saat ini.

Dalam beberapa tahun terakhir, pemukim Israel menguasai puluhan rumah Palestina di Silwan, yang dekat dengan kompleks Masjid Al-Aqsa. Organisasi permukiman Israel, Elad, mengatakan, tindakan itu sebagai upaya mengubah Silwan menjadi daerah Yahudi yang disebut Kota Daud.

Baca juga:

TANDATANGAN KESEPAKAN NORMALISASI, PLO: SEJARAH GELAP ARAB

Otoritas Israel diketahui dalam beberapa pekan terakhir meningkatkan kampanye pembongkaran di Yerusalem. Sejumlah rumah dihancurkan, terutama di Silwan.

Sementara itu Kementerian Wakaf dan Urusan Agama menuntut perlunya institusi internasional yang menyerukan hak asasi manusia dan kebebasan beribadah untuk menghadapi keputusan rasis dari otoritas pendudukan yang menargetkan tempat ibadah. Quds Press melaporkan.

Kementerian juga meminta komunitas internasional, Liga Arab dan Organisasi Konferensi Islam (OKI) untuk mengambil tindakan melindungi situs suci Islam dan tempat ibadah di kota Yerusalem yang diduduki, melalui penargetan setiap hari.