Koreksi atas Kitab Al-Jami’ bagian 6, Pernyataan Syaikh Abu Qatadah

Baca Sebelumnya, KOREKSI ATAS KITAB AL-JAMI’ bagian 5

Duniaekspress.com. (16/09/2020). – Syaikh Abu Qatadah mengatakan, “Disini saya akan menuliskan pendapat saya tentang kitab Abdul Qadir bin Abdul Aziz, yaitu kitab Al-Jami’ fi thalabil ilmi asy-syarif. Ini adalah pendapat saya yang telah dikenal oleh saudara-saudara saya sebelum penyimpangannya yang terakhir. Itu perlu diketahui karena saya telah menulis bantahan yang Panjang atas bukunya namun sekarang saya tidak mengetahui dimana keberadaannya setelah masa krisis Ketika itu.

Sejak saat itu saya sangat keras menyikapi buku itu karena saya melihat kesombongan ilmiyah darinya saat menanggapi para ulama senior, tanpa memahami kata-kata mereka. Para ikhwah pada waktu itu menasehatkan agar saya menggunakan Bahasa yang lembut kepadanya, namun saya tidak melakukannya. Saya katakana kepada mereka Ketika itu, ‘Lihatlah juz pertama bagian ilmu! Kalian tidak akan menemukan kecuali dari kitab al-ilmu dalam ihya’ ulumddin.

Buktinya, semua bab, pasal dan judul isinya sama, kecuali ada tambahan perkataan Ibnu Taimiyah dan Ibnu Qayyim, atau selain keduanya. Itu saja.’ (Wawancara beliau dari penjara Inggris dengan Syaikh Adil Abdul Majid dan dipublikasikan di situs mimbar tauhid, 14).

Namun begitu, Syaikh Abu Qatadah tidak memandang sedikit urgensi buku ini dan tidak mengklaim bahwa buku itu tidak ada manfaatnya sama sekali. Ya, buku itu cukup komprehensif dan bagus dalam banyak bab keilmuan yang dikandungnya. Dan bahwa penulis telah melakukan upaya keras. Namun, yang terjaga dari kesalahan hanyalah kitab Allah saja. Buku tersebut seperti telah kami jelaskan sebelumnya dalam beberapa bab akidah berdampak negartif karena melahirkan pemikiran ekstrem (ghuluw) dalam takfir.

Syaikh Abu Qatadah mengatakan dalam makalah ahlul qiblah wal muta’awilun, setelah menegaskan adanya Bahasan yang berlebih-lebihan (menyimpang) di beberapa tempat di buku tersebut, “ini bukan berarti menganggap remeh nilai buku tersebut. Ya, tetapi Allah enggan menyempurnakan kecuali kitab-Nya.”(Makalah ahlul Qiblah wal Muta’awilun).

InsyaAllah Bersambung …

 

Baca juga, KOREKSI ATAS KITAB AL-JAMI’ bagian 4