DUNIAEKSPRESS.COM (21/9/2020)– Petinggi gerakan Fatah pada hari Ahad (20/9/2020) mengatakan, Presiden Palestina Mahmud Abbas menolak untuk bernegosiasi dengan AS meskipun dia mendapat tekanan dari negara-negara Arab.

“Presiden Abbas menghadapi tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya dari saudara-saudara negara Arab dan dunia internasional untuk bernegosiasi dengan pemerintah AS dan mengambil pendapatan bea cukai yang telah dipotong oleh Israel, tetapi dia tidak menerimanya,” kata Mahmoud Al-Aloul, wakil kepala Fatah kepada pejabat Palestina. saluran televisi H.

Dia mengatakan semua orang tahu bahwa Israel mencoba melikuidasi perjuangan Palestina tetapi Palestina memilih untuk melawan penindasan.

Baca juga:

ROKET SYIAH HOUTHI HANTAM SAUDI, 5 ORANG LUKA-LUKA

TARGETKAN TALIBAN, SERANGAN UDARA MILITER AFGHAN TEWASKAN PULUHAN WARGA SIPIL

Otoritas Palestina tidak akan pernah kembali ke situasi sebelumnya dan berhenti berkoordinasi dengan Israel, katanya.

Uni Emirat Arab dan Bahrain menandatangani perjanjian yang disponsori AS pada 15 September untuk menjalin hubungan diplomatik dengan Israel.

Otoritas Palestina dan faksi-faksi perlawanan mengecam kesepakatan itu, dengan mengatakan mereka tidak melayani kepentingan Palestina dan mengabaikan hak-hak rakyat Palestina. [anadolu]