Istri tokoh Al-Qaidah di anak benua India dibebaskan dari penjara

Duniaekspress.com. (20/09/2020). – Khurasan –  Istri Asim Umar, seorang pemimpin senior Al-Qaidah di Anak Benua India (AQIS) yang gugur dalam serangan di kubu Taliban musim gugur lalu, termasuk di antara 5.000 tahanan yang dibebaskan oleh pemerintah boneka AS di Afghanistan.

Mujahidin Taliban menuntut dan menjamin pembebasannya.

Istri Umar, yang tidak disebutkan namanya, dan dua wanita asing lainnya yang juga dibebaskan, adalah “sangat penting,” kata seorang sumber Mujahidin Taliban kepada Afghan Islamic Press, sebuah kantor berita yang bersimpati kepada Mujahidin Taliban dan memelihara hubungan dekat dengan para komandan Taliban.

Ketiga wanita itu termasuk di antara 200 tahanan yang dibebaskan oleh pemerintah boneka Afghanistan, Afghan Islamic Press melaporkan pada 2 September. Dua dari wanita yang dibebaskan adalah warga Bangladesh dan satu orang Pakistan.

Direktorat Keamanan Nasional Afghanistan (NDS) melaporkan bahwa istri Umar termasuk di antara enam wanita Pakistan yang ditangkap selama penggerebekan 23 September 2019 di distrik Musa Qala di provinsi Helmand. Musa Qala dikenal sebagai benteng pertahanan Mujahidin Taliban. Beberapa komandan Taliban gugur bersama Umar dan komandan AQIS lainnya. Di antara mereka yang gugur adalah kurir Umar untuk amir Al-Qaidah Syaikh  Ayman al Zawahiri; kepala AQIS untuk Helmand dan seorang ‘ahli bahan peledak’, wakil pemimpin AQIS untuk Helmand; dan komandan militer Mujahidin Taliban untuk distrik tetangga Naw Zad.

NDS awalnya mengidentifikasi Umar sebagai amir AQIS, namun ada bukti bahwa Syaikh Usama Mahmood, mantan juru bicaranya, sekarang adalah pemimpin cabang Al-Qaidah tersebut. Mahmood telah diidentifikasi sebagai “komandan” AQIS.

Terlepas dari itu, Umar jelas berada di eselon atas AQIS karena dia memiliki seorang kurir untuk berkomunikasi langsung dengan Syaikh Al-Zawahiri, dan mungkin pernah memegang posisi senior dalam komando umum Al-Qaidah. (RR).

Sumber : Islamic Press

 

Baca juga, FASE TERAKHIR MASTER PLAN 2020 : KEMENANGAN TALIBAN DALAM NAUNGAN CORONA