DUNIAEKSPRESS.COM (21/9/2020)– Seorang pejabat lokal di timur laut Afghanistan mengatakan sedikitnya 11 warga sipil tewas dalam serangan udara ganda yang menurut pemerintah menargetkan pejuang Taliban.

“Serangan pertama menghantam pangkalan Taliban tetapi yang kedua menyebabkan korban sipil saat mereka berkumpul di lokasi yang dibom,” Fatima Aziz, seorang anggota parlemen yang mewakili provinsi Kunduz, seperti dikutip oleh kantor berita Reuters, Sabtu.

Dia mengatakan 11 warga sipil tewas dan lima orang hilang di distrik Khanabad.

Pada hari Ahad (20/9), kantor berita The Associated Press mengutip dua saksi yang mengatakan bahwa korban tewas sipil mencapai 24 dan termasuk anak-anak. Enam warga sipil lainnya juga dilaporkan terluka dalam serangan itu, yang terjadi ketika pihak yang bertikai mengadakan pembicaraan damai.

Baca juga:

ISTRI TOKOH AL-QAIDAH DI ANAK BENUA INDIA DIBEBASKAN DARI PENJARA

MUJAHIDIN TERUS MENYERANG, SEKALIPUN PENJAJAH AS MENGAJAK DAMAI

Penduduk desa mengatakan serangan udara awal menargetkan rumah milik seorang pejuang Taliban, yang rumahnya berfungsi ganda sebagai pos pemeriksaan yang berhenti dan memeriksa orang untuk memastikan mereka tidak terhubung dengan pemerintah. Ledakan itu membakar rumah di dekatnya, menjebak sebuah keluarga di dalamnya, kata saksi mata Latif Rahmani.

Berbicara kepada AP melalui telepon, Rahmani mengatakan para petani dan penduduk desa berlari untuk memadamkan api dan menyelamatkan anggota keluarga yang terperangkap di dalam ketika serangan udara kedua menghantam, menewaskan banyak dari mereka.

Sementara itu Taliban mengeluarkan pernyataan pada hari Sabtu (19/9) menuduh pasukan Afghanistan menewaskan sedikitnya 40 warga sipil dalam serangan udara tersebut. Kelompok bersenjata tidak berkomentar tentang korban di antara para pejuangnya dalam insiden tersebut.

Sementara itu, kementerian pertahanan di Kabul mengklaim serangan udara itu menewaskan 30 pejuang Taliban, tetapi menambahkan penyelidikan diadakan atas klaim bahwa warga sipil termasuk di antara mereka yang tewas.