DUNIAEKSPRESS.COM (23/9/2020)– Menteri Kesehatan Palestina Mai al-Kailah pada hari Selasa (22/9) menuduh Israel merusak 100.000 alat swab untuk mendeteksi virus Corona dengan menghalangi perjalanan bahan klinis dari Yordania ke Tepi Barat.

Berbicara kepada Radio Suara Palestina resmi, al-Kailah mengatakan bahwa tindakan Israel telah menyebabkan kekurangan alat swab yang diperlukan untuk menguji virus.

“Apa yang tersedia di kementerian cukup untuk melakukan pemeriksaan hanya tiga hari,” katanya seraya menambahkan bahwa ada “janji” bahwa swab berikutnya akan tiba Rabu.

Tidak ada komentar dari otoritas Israel atas tuduhan tersebut.

Baca juga:

DUA NAHKODA BARU DEWAN DAKWAH ISLAMIYAH INDONESIA

NASIB TAHANAN WANITA PALESTINA DI PENJARA ISRAEL

Israel mengontrol penyeberangan perbatasan Al-Karama, satu-satunya titik penyeberangan antara Tepi Barat dan Yordania.

Pada hari Selasa, otoritas kesehatan Palestina mencatat lima kematian, dan 557 infeksi virus baru, meningkatkan penghitungan menjadi 46.634, termasuk 314 kematian, dan 33.602 pemulihan.

Pekan lalu, Menteri Kesehatan Palestina Mai Al-Kaila mengatakan bahwa virus corona di Jalur Gaza dapat tersebar dalam skala besar akibat kepadatan penduduk, dimana sebanyak 5000 warga tinggal di dalam jarak satu kilometer.

“Situasi ini sangat mengkhawatirkan. Gaza adalah wilayah padat penduduk dimana virus dapat lebih cepat menyebar,” resahnya. .

Menurutnya Gaza perlu menerapkan sistem baru demi menanggulangi penyebaran virus. Dia juga menyerukan warga Palestina untuk mematuhi protokol kesehatan.

Dalam 24 jam terakhir dilaporkan 90 warga terinfeksi COVID-19. Hal ini menambah jumlah kasus di Jalur Gaza menjadi 2.313. [memo]