Pangeran Arab Saudi Tolak Normalisasi dengan zionis Israel

Duniaekspress.com. (25/09/2020). – Jeddah – Mantan kepala intelijen Arab Saudi Pangeran Turki al-Faisal mengatakan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump bukanlah perantara yang jujur ​untuk dunia Arab dan Israel.

Pangeran Faisal mengatakan hal tersebut kepada CNBC bahwa mendiang ayahnya, Raja Faisal bin Abdul Aziz, pasti “kecewa” dengan perjanjian yang telah ditandatangani antara UEA dan Bahrain dengan Israel, karena mereka mengabaikan isu Palestina.

“Saya harus mengatakan bahwa Presiden Trump bukanlah perantara yang jujur. Jika masih hidup, saya pikir almarhum raja akan kecewa terhadap hal tersebut,” kata dia.

Pangeran Turki al-Faisal pernah menjabat sebagai kepala Al Mukhabarat Al Ammah, badan intelijen Arab Saudi, dan juga utusan Saudi untuk Inggris dan AS.

Menurut dia, sanksi minyak yang diberlakukan ayahnya terhadap Washington di masa lalu bertujuan memaksa AS untuk menjadi perantara yang jujur antara Arab dan Israel.

Raja Faisal, yang memerintah Arab Saudi dari tahun 1964 sampai 1975, menjatuhkan sanksi tersebut setelah AS menambah bantuan ke Israel selama Perang Arab-Israel tahun 1973.

Pada 15 September lalu, negara UEA dan Bahrain menandatangani perjanjian normalisasi dengan Israel yang diperantarai oleh AS di Gedung Putih. (AB).

Sumber :  CNBC

 

Baca juga, KELOMPOK AKTIVIS SAUDI DIRIKAN PARTAI