HAMAS PAPARKAN STRATEGI JITU HADAPI PENJAJAHAN

DUNIAEKSPRESS.COM (29/9/2020)– Gerakan Hamas menegaskan bahwa melalui jalur aksi bersama dan dialog nasional komprehensif yang ditempuh untuk menata rumah Palestina, melawan penjajah dan menghadapi rencananya, merupakan pilihan strategi yang terbaik.

Gerakan tersebut meminta warga Palestina untuk mengunjungi Masjid Al-Aqsa, tinggal di dalamnya, mempertahankannya, dan menghadapi tentara pendudukan Israel dan pemukim dengan semua kekuatan terlepas dari biayanya.

Baca Juga:

ARMENIA TERUS PROVOKASI, AZERBAIJAN UMUMKAN PERANG

SEJAK AWAL DEMONSTRASI MESIR, 68 ANAK-ANAK DITANGKAP

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada kesempatan peringatan 20 tahun pemberontakan Al-Aqsa (Al-Aqsa intifada), Hamas menegaskan penolakan sepenuhnya atas normalisasi Arab dengan Israel. Ia juga mencela posisi Liga Arab yang menyimpang dari perannya dan menolak mengutuk normalisasi dengan Israel.

“Pemberontakan rakyat Palestina yang meletus pada 28 September 2000 merupakan bukti konklusif yang tidak dapat dipertanyakan. Rakyat Palestina kami tidak akan pernah berhenti menuntut dan memperjuangkan hak-hak mereka dan melawan penjajah mereka terlepas dari kesulitan atau konspirasi ”. tegas Hamas.

Hamas mengindikasikan bahwa mereka tidak melakukan upaya apa pun untuk menyatukan barisan Palestina terutama mengingat bahaya yang dihadapi Palestina karena diatapi oleh upaya Arab untuk normalisasi dengan Israel, yang disebut kesepakatan abad ini, rencana aneksasi dan pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota. Israel oleh beberapa negara.

Sumber: The Palestinian Information Center