DUNIAEKSPRESS.COM (3/10/2020)– Otoritas pendudukan Israel (IOA) mencegah warga Palestina selain penduduk Kota Tua di Yerusalem yang Diduduki untuk mencapai Masjid Al-Aqsha untuk shalat Jumat.

Polisi pendudukan Israel menutup jalan menuju Kota Tua dan Gerbang Damaskus dan mencegah jamaah Muslim memasuki Masjid Al-Aqhsa.

Polisi Israel juga memasang lusinan penghalang jalan, melakukan pencarian dan pemeriksaan ekstensif pada ID Palestina, dan mencegah mereka mengakses situs suci Islam.

Baca juga:

ISRAEL TANGKAP KEMBALI PIMPINAN SENIOR HAMAS DI RAMALLAH

BENTROKAN PECAH DI TEPI BARAT, BELASAN ORANG LUKA-LUKA

Pembatasan tersebut memaksa ratusan warga Palestina untuk melaksanakan shalat Jumat di Al-Misrara Square di depan Gerbang Damaskus.

Sheikh Yusef Abu Sneina dalam khotbah Jumat menyerukan untuk mengunjungi Masjid dan ditempatkan di sana. Ia juga menekankan perlunya mencapai persatuan nasional.

Selanjutnya, polisi Israel menangkap aktivis Yerusalem, Haji Nihad Zugheer, di pasar Qattanin di Kota Tua Yerusalem.

IOA sebelumnya melarang Zugheer, 42 tahun, memasuki Masjid Al-Aqsa.

Zugheer dianggap sebagai salah satu tokoh Palestina yang berpengaruh di Yerusalem. Dia memiliki peran penting dalam mendidik generasi muda di Yerusalem yang membuat marah dinas keamanan pendudukan.

Pendudukan Israel menargetkan orang-orang Yerusalem dengan penangkapan, perintah deportasi, dan denda dengan tujuan mencegah mereka mengunjungi Masjid Al-Aqsa dan menjadikannya mangsa empuk bagi pemukim Israel.

Sumber: The Palestinian Informatoin Center