DUNIAEKSPRESS.COM (6/10/2020)– Kelompok anti-Islam, Partai Stram Kurs, kembali menyulut provokasi warga muslim di Denmark dengan membakar kitab suci Alquran, pada hari Jumat (2/10/2020) pekan lalu.

Rasmus Paludan, Ketua Partai Stram Kurs, hadir dalam aksi pembakaran Alquran terbaru di kota Frederica. Awalnya, aksi itu akan dilakukan di taman lokal, namun kelompok itu malah berdiri di halaman tertutup oleh supermarket lokal di bawah pengawasan beberapa polisi.

Polisi sempat mengamankan sesorang pria yang berusaha menerobos halaman tertutup yang disediakan untuk aksi provokatif Partai Stram Kurs.

Baca juga:

PEJUANG SURIAH TEMBAK JATUH DRONE RUSIA

ISRAEL TANGKAP 22 WARGA PALESTINA, 12 DIANTARANYA POLISI

Paludan mengatakan tindakan pembakaran Alquran sebagai pesan politik bukan memantik sentimen agama.

“Yang kami lakukan hari ini merupakan penyampaian kebenaran tentang Islam karena banyak orang di Denmark tidak tahu apa itu Islam,” kata Paludan dikutip dari Russia Today, Senin (5/10/2020).

“Jadi, kami ingin menjelaskan bahwa nilai-nilai Islam itu sangat bertentangan dengan nilai-nilai Denmark dan Eropa barat,” lanjutnya.

Ini bukan pertama kali Partai Stram Kurs melakukan aksi serupa, bulan lalu anggota partai sayap kanan itu melakukan pembakaran Alquran di kota Malmo, Swedia, serta memicu aksi lainnya di Norwegia.

Pemerintah Swedia melarang Paludan masuk ke negaranya setelah mengetahui dia hendak hadir dalam acara pembakaran Alquran. Keputusan pemerintah Swedia direspons pendukung Paludan dengan aksi unjuk rasa yang berujung kerusuhan.