DUNIAEKSPRESS.COM (17/10/2020)– Petani Palestina terlibat bentrokan dengan warga Israel di perbukitan di dekat desa Burqa wilayah Tepi Barat. Insiden dipicu sengketa panen buah zaitun.

Bentrokan pecah pada Jumat (16/10/2020) siang waktu setempat. Tom Bateman, koresponden BBC di Timur Tengah, melaporkan dari lokasi kejadian pemukim Israel yang tinggal di sebuah bukit menganggap mereka berhak memanen buah zaitun karena pohon-pohon zaitun berada di dekat rumah mereka.

Baca juga:

13 TENTARA REZIM SOMALIA TEWAS SETELAH DISERANG BALIK OLEH MUJAHIDIN AL-SHABAB

DUA KOMANDAN PEMBERONTAK SYI’AH HOUTHI TEWAS DALAM BENTROKAN DENGAN TENTARA PEMERINTAH YAMAN

Di saat bersamaan, sekolompok aktvis Palestina datang bersamaan dengan para petani zaitun. Kehadiran mereka dalam rangka memberikan perlindungan kepada petani zaitun Palestina yang juga merasa berhak memanen tanaman khas Timur Tengah itu.

“Panen zaitun bukan cuma penting secara ekonomi bagi warga Palestina, khususnya dampak yang ditimbulkan oleh virus corona. Tetapi, zaitun merupakan simbol identitas nasional orang Palestina,” kata Tom Bateman.

Bentrokan pun tak bisa dielakan, pemukim Israel dan warga Palestina saling serang dengan melemparkan batu, kayu serta membakar semak kering yang menyebabkan kebakaran.

Polisi Israel yang datang berusaha memukul mundur aktivis serta petani zaitun Palestina menggunakan tembakan gas air mata. Tim medis Palestina melaporkan puluhan orang mengalami luka-luka dan cedera dalam insiden tersebut.

Masa panen zaitun di wilaya Tepi Barat hampir setiap tahun memicu bentrokan warga Israel dan petani zaitun Palestina. Keduanya menganggap yang paling berhak memanen buah itu.