PM Kyrgyzstan ambil alih kekuasaan Pemerintahan

Duniaekspress.com. (17/10/2020). – Biskek – Perdana Menteri Krgyzstan Sadyr Zhaparov pada Kamis mengumumkan bahwa dia mengambil alih kekuasaan kepresidenan setelah Presiden Sooronbay Jeenbekov mengundurkan diri sehari sebelumnya.

Berbicara kepada para pendukungnya yang berkumpul di depan kantor Perdana Menteri, Zhaparov mengatakan Ketua Parlemen Kanatbek Isayev telah menandatangani surat pengunduran diri setelah presiden menyatakan mundur dari jabatannya.

Presiden Kyrgyzstan Sooronbay Jeenbekov resmi mengumumkan pengunduran dirinya pada Kamis di tengah aksi protes selama berminggu-minggu.

Sebelumnya, Jeenbekov mengatakan dia akan mundur hanya setelah pemilihan parlemen baru digelar dan pemilihan presiden diumumkan.

Aksi protes di Kyrgyzstan meletus awal bulan ini, di mana pengunjuk rasa menyerbu gedung parlemen dan bentrok dengan polisi.

Mereka serempak menuntut pemilihan parlemen baru.

Bentrokan antara pengunjuk rasa dan pasukan keamanan menyebabkan satu orang tewas dan 590 lainnya terluka.

Sebagai tanggapan, otoritas pemilu negara itu membatalkan hasil pemungutan suara 4 Oktober, di mana hanya empat dari 16 partai yang berhasil melewati ambang batas 7 persen untuk masuk parlemen.

Sejak Minggu, pendukung delapan partai menyatakan penolakan mereka terhadap hasil pemilu, mengklaim proses pemilu tidak adil.

“Dalam surat itu, Isayev mengatakan dia belum siap untuk memegang kekuasaan presiden. Akibatnya, menurut konstitusi, saya mengambil alih kekuasaan,” ujar dia.

Sebelumnya, Jeenbekov mengatakan dia hanya akan mundur setelah pemilihan parlemen baru diadakan dan pemilihan presiden diumumkan.

Kerusuhan di negara Asia Tengah itu disebabkan oleh sengketa pemilihan parlemen yang memaksa Perdana Menteri Kubatbek Boronov dan Ketua Parlemen Dastan Jumabekov untuk mundur pada 6 Oktober.

Boronov digantikan oleh Zhaparov, yang dibebaskan dari penjara oleh para pendukungnya selama protes hasil pemilihan parlemen 4 Oktober.

Selama protes, para pengunjuk rasa menyerbu parlemen dan gedung-gedung lain, terlibat bentrok dengan polisi dan menuntut pemilihan parlemen baru atas tuduhan kecurangan suara.

Sebagai tanggapan, otoritas pemilu Kyrgyzstan membatalkan hasil tersebut.

Bentrokan antara pengunjuk rasa dan pasukan keamanan menewaskan satu orang, sementara 590 lainnya mengalami luka-luka. (RR).

Sumber : AA

 

Baca juga, AKTIVIS MUSLIM PRANCIS DITANGKAP DAN DIPUKULI